Gubernur California Gavin Newsom mengambil langkah tegas di penghujung masa jabatannya dengan menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan verifikasi independen terhadap model kecerdasan buatan (AI) dan membentuk komite ahli untuk merancang 'kill switch' atau tombol pematian darurat. Langkah ini menandai perubahan sikapnya setelah pada 2024 lalu ia menolak RUU serupa dengan alasan regulasi berlebihan dapat menghambat inovasi.
Perintah eksekutif ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik Amerika Serikat terhadap keamanan AI, dampak pusat data, dan potensi hilangnya lapangan kerja. Newsom, yang masa jabatannya berakhir Januari mendatang dan dikabarkan sedang mempersiapkan pencalonan presiden 2028, tampaknya ingin memperluas definisi 'insiden keamanan' untuk mencakup pelanggaran data yang belakangan marak terjadi.
Meski demikian, para pengamat meragukan efektivitas langkah ini mengingat status Newsom sebagai 'lame duck' atau pejabat yang masa jabatannya tinggal menghitung hari. Alex Hanna dari Distributed AI Research Institute menilai langkah ini sebagai upaya membangun portofolio politik untuk masa depan, bukan kebijakan yang berdampak jangka panjang. Sebelumnya, pada Oktober 2025 Newsom telah menandatangani undang-undang AI frontier pertama di AS yang mewajibkan pengembang besar melaporkan insiden fatal atau serangan siber skala besar.