ANAK 14 TAHUN DIDAKWA TERORIS SERANG MASJID - Berita Dunia
← Kembali

ANAK 14 TAHUN DIDAKWA TERORIS SERANG MASJID

Foto Berita

London, Inggris — Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun di Inggris resmi didakwa dengan tuduhan terorisme terkait rencana penyerangan terhadap masjid-masjid di London selatan. Polisi Metropolitan London mengumumkan dakwaan tersebut pada Rabu (10/7/2024) dan menghubungkannya dengan ideologi ekstrem sayap kanan.

Kepala Kepolisian Kontra-Terorisme London, Helen Flanagan, menyebut kasus ini sangat serius dan pasti akan menimbulkan kekhawatiran besar di masyarakat, khususnya komunitas Muslim. "Ini adalah dakwaan terorisme yang sangat serius terhadap seorang anak laki-laki dan kemungkinan besar akan sangat mengkhawatirkan publik serta komunitas setempat," ujarnya.

Remaja itu pertama kali ditangkap pada 9 Juli lalu karena kasus perusakan mobil. Namun, setelah penggeledahan, polisi menemukan dokumen yang mengarah pada rencana serangan teror. Ia didakwa melakukan "persiapan untuk memberikan efek pada niat melakukan aksi terorisme". Polisi memastikan tidak ada ancaman yang lebih luas, tetapi tetap memberikan dukungan dan nasihat kepada masjid-masjid yang menjadi target di wilayah Sutton.

Kasus ini menambah daftar panjang plot atau serangan yang menargetkan Muslim di Inggris. Pekan lalu, polisi menangkap 12 orang terkait rencana ekstrem sayap kanan yang menyasar acara keagamaan Islam di Suffolk. Sebulan sebelumnya, seorang pria juga didakwa dengan percobaan pembunuhan bermotif teror setelah melakukan penikaman anti-Muslim di Edinburgh, Skotlandia.

Analisis Dampak: Dakwaan terhadap anak di bawah umur ini menyoroti meningkatnya radikalisasi dini melalui konten daring ekstrem sayap kanan. Fenomena ini tidak hanya mengancam keamanan fisik komunitas Muslim, tetapi juga memicu trauma kolektif dan meningkatnya Islamofobia di tingkat akar rumput. Para ahli memperingatkan bahwa paparan konten kebencian di platform digital menjadi pemicu utama, sehingga diperlukan pengawasan ketat dari orang tua dan intervensi pendidikan digital yang lebih masif.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook