KYIV, UKRAINA — Rusia kembali melancarkan serangan brutal ke sejumlah wilayah Ukraina pada Kamis (13/6). Akibatnya, sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Serangan ini terjadi tepat saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingati Hari Anak Korban Agresi Internasional, di mana ia menyebut sudah 707 anak-anak Ukraina tewas sejak perang dimulai pada Februari 2022.
Serangan paling mematikan terjadi di wilayah Donetsk, Ukraina timur. Polisi Nasional Ukraina melaporkan, lima orang tewas dan 11 luka-luka akibat bom dan drone Rusia. Tujuh permukiman jadi sasaran, termasuk kota Dobropillya, Druzhkivka, Kramatorsk, hingga Sloviansk. Akibatnya, 42 bangunan sipil hancur, termasuk 16 rumah tinggal, 14 apartemen, 11 mobil, dan dua ambulans. Bahkan, satu gedung medis dan kendaraan evakuasi juga ikut hancur.
Di wilayah Kharkiv, timur laut Ukraina, serangan rudal dan drone menewaskan tiga orang dan melukai 21 lainnya. Gubernur setempat, Oleh Syniehubov, menyebut situasi masih genting. Sementara itu, di desa Yampil, Distrik Shostka, dua orang tewas dan empat perempuan luka-luka. Kepala administrasi militer Sumy, Oleg Hrygorov, mengatakan serangan menghantam pusat komunitas Yampil.
Di Dnipropetrovsk, Ukraina tengah, satu orang tewas dan lima luka-luka akibat tembakan artileri. Kepala daerah Oleksandr Ganzha melaporkan, kebakaran terjadi di sejumlah titik, termasuk di gedung perusahaan logistik. Wilayah Kherson di selatan juga tak luput. Satu orang tewas di pemukiman Komyshany akibat hujan artileri Rusia.
Analisis: Serangan ini menunjukkan Rusia tidak peduli dengan isu kemanusiaan, apalagi hari peringatan anak-anak korban perang. Targetnya jelas infrastruktur sipil, mulai dari rumah sakit hingga kendaraan evakuasi. Ini memperburuk krisis kemanusiaan dan mempersulit upaya evakuasi warga sipil. Masyarakat internasional harus mendesak keras agar koridor kemanusiaan dibuka kembali.