Serangan drone di Laut Hitam kembali memakan korban. Sebuah kapal dagang dilaporkan tenggelam dan awaknya hilang, sementara kapal kedua yang mengangkut gandum juga menjadi sasaran. Insiden ini terjadi di zona ekonomi eksklusif Bulgaria, memicu kecaman keras dari Perdana Menteri Rumen Radev yang menyebutnya sebagai pelanggaran hukum maritim.
Dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 03:00 waktu setempat, kapal berbendera Togo tenggelam setelah dihantam serangan udara dan laut. Tim penyelamat Bulgaria yang tiba di lokasi hanya menemukan perahu terbalik, rakit, dan pelampung. Hingga kini, jumlah awak kapal yang hilang belum diketahui pasti, dan operasi pencarian masih berlangsung.
Sementara itu, kapal kedua yang membawa muatan gandum berhasil diselamatkan. Sebanyak 18 awak kapal terdiri dari 11 warga Turki dan 7 warga India dievakuasi. Dua di antaranya mengalami luka bakar akibat kebakaran di atas kapal. Serangan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia menyerang kapal sipil pengangkut jagung.
Dampak dari eskalasi ini sangat signifikan bagi stabilitas kawasan. Laut Hitam merupakan jalur vital bagi ekspor gandum dan komoditas lainnya ke pasar global. Gangguan keamanan di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga pangan dunia dan memperburuk krisis logistik maritim. Masyarakat internasional khawatir serangan tanpa pandang bulu terhadap kapal sipil dapat memutus rantai pasok yang selama ini menopang kebutuhan pangan banyak negara.