Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Amerika Serikat (AS) begitu gencar mengintervensi atau menunjukkan minat pada berbagai belahan dunia, dari Venezuela hingga Greenland? Menurut Daniel Yergin, salah satu pakar ekonomi minyak top dunia, semua itu bermuara pada satu tujuan: kemandirian rantai pasokan dari cengkeraman China.
Yergin menjelaskan, AS kini sangat putus asa untuk melepaskan diri dari dominasi China, terutama dalam pasokan mineral krusial. Bayangkan saja, mulai dari ponsel pintar di genggaman Anda, pusat data raksasa, robot-robot canggih, hingga teknologi pertahanan, semuanya membutuhkan tembaga. Nah, di sinilah China memegang kendali utama.
Dominasi China atas mineral vital ini mendorong Washington untuk mempercepat upaya penguasaan minyak dan mineral di seluruh penjuru bumi. Itulah mengapa Venezuela, Greenland, Iran, dan bahkan Rusia ikut terseret dalam pusaran bisnis minyak dan perebutan sumber daya alam yang tak terlihat ini.
Meski motif pasti Presiden AS Donald Trump dalam isu Venezuela dan Greenland masih menjadi misteri bagi banyak pihak, Yergin menegaskan satu hal: AS benar-benar butuh kemandirian rantai pasokan dari China. Ini bukan sekadar persaingan dagang biasa, melainkan pertaruhan besar untuk masa depan teknologi dan kekuatan global.