Paus Leo XIV mengumumkan bahwa ia akan menjalani operasi dalam beberapa hari ke depan setelah tim medis menemukan benjolan di paru-parunya saat pemeriksaan kesehatan rutin. Dalam doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, ia menjelaskan bahwa dokter menemukan nodul yang masih terlokalisasi dengan baik di paru-parunya.
Paus berusia 71 tahun itu menyatakan bahwa tim medisnya menilai operasi perlu segera dilakukan, dan ia telah menyetujui tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa massa tersebut masih terkontrol dan terdeteksi pada tahap awal, sebuah prognosis yang jauh lebih baik dibandingkan jika ditemukan terlambat.
Juru bicara Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, mengonfirmasi bahwa operasi dijadwalkan pada hari-hari pertama pekan depan. Paus diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk pemulihan pascaoperasi.
Paus Leo XIV, yang lahir dengan nama Robert Francis Provost, menggantikan Paus Fransiskus pada 2025 dan menjadi pemimpin Gereja Katolik ke-267 serta Paus pertama asal Amerika Serikat. Sebelumnya ia lama berkarya sebagai misionaris di Peru dan dikenal dekat dengan komunitas marginal.
Dampak bagi Masyarakat: Kabar ini langsung memicu gelombang simpati global dari umat Katolik di seluruh dunia. Meski diagnosis deteksi dini tergolong kabar baik, operasi pada pemimpin gereja selalu memunculkan pertanyaan soal stabilitas kepemimpinan Vatikan selama masa pemulihan. Umat di berbagai negara diperkirakan menggelar misa khusus dan doa bersama untuk kesembuhan Paus. Perkembangan kondisi kesehatan Paus akan terus dipantau ketat oleh media internasional, mengingat posisinya sebagai tokoh spiritual lebih dari 1,3 miliar umat Katolik dunia.