Jakarta - Momen menegangkan terjadi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pekan ini. Tujuh awak yang bertugas di sana sempat diperintahkan untuk berlindung di pesawat luar angkasa yang menempel, setelah struktur stasiun tiba-tiba mengalami kebocoran udara yang semakin parah.
Perintah darurat ini dikeluarkan pada Jumat (14/3) sore waktu setempat. Lima dari tujuh awak langsung menuju pesawat SpaceX Dragon 'Freedom' yang bersandar di ISS. Mereka bersiaga penuh dengan pakaian antariksa, siap untuk proses evakuasi darurat kapan saja. Sementara itu, dua kosmonot Rusia berusaha memperbaiki bagian dari segmen Rusia di ISS yang menjadi sumber kebocoran sejak Senin lalu.
Awalnya, perbaikan dilakukan oleh komandan stasiun Sergey Kud-Sverchkov dan insinyur penerbangan Sergei Mikaev. Namun, NASA memerintahkan penghentian perbaikan dan meminta kru kembali ke ISS. Pasalnya, metode perbaikan yang digunakan oleh kosmonot Rusiaâyang disebut-sebut menggunakan gergaji untuk mengakses celah kebocoranâdianggap terlalu berisiko oleh pusat kendali misi di Houston.
âKarena perkembangan ini, NASA menginstruksikan kru di dalam pesawat Dragon untuk mengakhiri prosedur perlindungan dan kembali ke operasi yang direncanakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional,â kata juru bicara NASA, Bethany Stevens.
Kebocoran ini sebenarnya bukan hal baru. Retakan di terowongan transfer (PrK) yang mengarah ke modul layanan Zvezda sudah muncul selama sekitar enam tahun terakhir. Namun, setelah kedatangan kapal kargo Rusia bulan lalu, Roscosmos melihat penurunan tekanan yang lebih cepat, sehingga memutuskan untuk melakukan perbaikan besar-besaran.
Meski insiden ini mereda, para ahli menilai situasi ini menunjukkan kerapuhan infrastruktur ISS yang sudah berusia lebih dari 25 tahun. Setiap kebocoran kecil bisa menjadi bencana besar jika tidak ditangani dengan koordinasi yang ketat antara Amerika Serikat dan Rusia. Ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi antariksa sudah maju, faktor risiko seperti kelelahan material dan perbedaan prosedur teknis antar mitra tetap menjadi momok yang harus dikelola dengan hati-hati.