Krisis kemanusiaan di Sudan semakin memburuk. Laporan terbaru dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC) menyebutkan bahwa kombinasi antara perang yang berkepanjangan dan bencana kekeringan akibat fenomena El Nino telah mendorong wilayah Darfur dan Kordofan ke ambang kelaparan massal.
Kekeringan hebat ini melanda hampir separuh wilayah Sudan, menghancurkan sektor pertanian dan memicu lonjakan harga pangan. Kondisi ini diperparah dengan minimnya akses terhadap layanan kesehatan dan air bersih, sehingga masyarakat yang kekurangan gizi sangat rentan terhadap penyakit.
Data IPC menunjukkan kerusakan tanaman yang parah di Darfur Utara dan Selatan serta Kordofan. Di kamp pengungsian Nyala, angka anak yang dirawat karena gizi buruk akut meningkat dua kali lipat dari 5% menjadi 11% pada awal tahun ini. Secara total, lebih dari 19,5 juta orang atau sekitar 40% populasi Sudan kini menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi, dengan 135.000 orang berada di Fase 5 (bencana) yang ditandai dengan kelaparan ekstrem dan kematian.
Konflik bersenjata yang meletus sejak April 2023 antara militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) telah menewaskan sedikitnya 150.000 orang dan memaksa 13 juta orang mengungsi. Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan akses bantuan yang terhambat, para ahli memperingatkan bahwa angka kematian akibat kelaparan dan penyakit diprediksi akan terus meningkat tajam dalam waktu dekat.