IRAN BUKA PELUANG DAMAI ATAU PERANG? - Berita Dunia
← Kembali

IRAN BUKA PELUANG DAMAI ATAU PERANG?

Foto Berita

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih menjadi sorotan utama. Di tengah situasi yang memanas, Iran dilaporkan telah memberikan sinyal positif terkait potensi kesepakatan diplomatik. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pihaknya siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk skenario militer.

Pernyataan ini muncul setelah dua hari perundingan yang dimediasi oleh Qatar. Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Araghchi mengungkapkan bahwa Iran bersedia mempercepat pembukaan kembali sebagian Selat Hormuz. Jika sebelumnya Tehran meminta waktu tujuh hari, kini mereka menawarkan waktu dua hari saja, asalkan syarat-syarat mereka dipenuhi secara nyata.

Meski demikian, nada keras tetap ditunjukkan. Araghchi menegaskan bahwa kemampuan persenjataan Iran telah ditingkatkan dan pasukannya berada dalam kesiapan maksimal. Mereka tidak menutup kemungkinan untuk melakukan serangan pendahuluan jika situasi dianggap tidak bisa dihindari lagi.

Dari pihak AS, Presiden Donald Trump menyebut bahwa perundingan berjalan 'baik-baik saja', namun ia meragukan keandalan otoritas Iran. Trump bahkan kembali mengancam akan menghantam fasilitas nuklir Iran, dengan klaim bahwa aksi tersebut hanya membutuhkan waktu sepuluh menit. Ancaman ini ia sampaikan di sela-sela perayaan Halloween di klub Mar-a-Lago, Florida.

Para pengamat internasional menilai bahwa saat ini kedua belah pihak sedang saling menguji kekuatan (leverage). Iran menginginkan kelonggaran sanksi atau keuntungan ekonomi sebelum membatasi program nuklirnya, sementara AS menuntut kemajuan dalam program nuklir sebelum memberikan konsesi. Meskipun ada celah diplomasi melalui mediator Qatar, risiko eskalasi militer masih sangat tinggi dan bisa berdampak luas bagi stabilitas ekonomi global, terutama harga minyak dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook