Jakarta, 16 Juli 2025 – Kabar buruk bagi para penggemar Apple. CEO Apple yang akan segera pensiun, Tim Cook, secara blak-blakan mengakui bahwa harga produk-produk Apple, termasuk iPhone, harus naik dalam waktu dekat.
Penyebabnya bukan karena Apple serakah, melainkan ulah dari 'demam' Kecerdasan Buatan (AI) global. Lonjakan pembangunan pusat data AI di seluruh dunia telah menyedot pasokan chip memori (DRAM) dalam jumlah besar. Akibatnya, terjadi kelangkaan dan harga komponen elektronik ini meroket hingga 50 persen per kuartal sejak akhir 2025.
Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Cook menyebut kenaikan harga ini tidak terhindarkan. Ia mengaku sudah berusaha 'menahan' beban biaya agar tidak dibebankan ke konsumen, tapi situasinya sudah tidak bisa dipertahankan lagi. "Ini seperti banjir seratus tahun sekali yang belum pernah saya lihat sepanjang karir saya," ujar Cook, yang sudah malang melintang di industri rantai pasok elektronik sejak era IBM dan Compaq.
Menurut analis dari firma riset TechInsights, Apple harus menaikkan harga jual iPhone Pro sebesar 270 dolar AS (sekitar Rp4,3 juta) hanya untuk mempertahankan margin keuntungan mereka. Meski begitu, Cook belum mau merinci kapan tepatnya kenaikan ini berlaku atau model mana saja yang akan terdampak. Ini menjadi tanda tanya besar menjelang peluncuran iPhone 18 yang dijadwalkan rilis September mendatang.
Dampak & Konteks: Kenaikan ini bukan cuma soal Apple. Ini adalah fenomena global yang menunjukkan bahwa persaingan mendapatkan chip memori kini tidak hanya antar pabrikan ponsel, tapi juga mel Melawan raksasa teknologi yang membangun infrastruktur AI. Bagi konsumen Indonesia, dampaknya bisa ganda: harga iPhone baru semakin tidak terjangkau, dan harga model lama mungkin tidak akan turun signifikan karena biaya produksi yang masih tinggi.