Aksi unjuk rasa besar-besaran kembali mengguncang Prancis. Kali ini, gelombang protes yang awalnya dipicu oleh pelajar sekolah menengah (SMA) telah meluas secara signifikan, melibatkan orang tua, mahasiswa, hingga serikat pekerja. Massa yang mencapai ratusan ribu orang ini memenuhi jalanan di berbagai kota, termasuk Paris, Lyon, Marseille, dan Rennes.
Di ibu kota Paris, kerumunan remaja memulai long march dari Place de la République. Mereka menyuarakan dua tuntutan utama: penambahan sumber daya untuk sekolah dan penurunan tindakan represif dari aparat kepolisian. Sayangnya, ketegangan tak terhindarkan. Di Lyon, polisi terlibat bentrok dengan pengunjuk rasa. Sementara di Paris dan Marseille, aparat menembakkan gas air mata, dan di Rennes, water cannon (meriam air) dikerahkan untuk membubarkan massa.
Meskipun demikian, laporan dari koresponden BBC menyebutkan bahwa situasi kali ini relatif lebih terkendali dibandingkan protes-protes sebelumnya yang sempat rusuh. Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa ketidakpuasan terhadap kebijakan pendidikan dan penegakan hukum di Prancis tidak lagi hanya didominasi oleh satu kelompok, melainkan telah menjadi gerakan lintas generasi.