London, Inggris — Dua komentator politik asal Amerika Serikat mengaku ditolak masuk ke Inggris karena vokal mengkritik Israel. Cenk Uygur, pendiri The Young Turks, dan keponakannya, Hasan Piker, seorang streamer politik terkemuka, menyebut otoritas Inggris menggunakan pernyataan publik mereka tentang Israel sebagai alasan pelarangan.
Uygur mengaku baru tahu soal larangan ini saat hendak naik pesawat ke London. Ia dijadwalkan menjadi pembicara di festival SXSW London dan memberi kuliah di Universitas Oxford. Pihak berwenang Inggris menyebutnya sebagai 'risiko serius' terhadap ketertiban umum. 'Mereka bilang saya dilarang karena kritik saya terhadap Israel, meskipun faktanya soal donasi Israel ke 94% Kongres AS itu benar,' tulis Uygur di platform X.
Piker, yang dikenal sebagai pendukung setia Palestina, mengaku visa Inggrisnya dicabut saat bersiap berangkat ke acara yang sama. 'Organisasi pro-Israel punya kekuatan luar biasa atas apa yang Inggris katakan dan lakukan. Jika Anda seorang anti-Zionis, perjalanan Anda akan dibatasi,' ujarnya.
Kasus ini mengingatkan pada larangan serupa terhadap rapper Ye (Kanye West) beberapa pekan lalu, yang dilarang masuk Inggris karena sejarah pernyataan anti-Semitnya. Para pengamat menilai langkah ini memicu pertanyaan serius soal sejauh mana kebebasan berekspresi dibatasi di Inggris, terutama terkait isu yang menyangkut kepentingan Israel. 'Ini seperti novel Kafka, absurd,' keluh Uygur.