PERANG TIMUR TENGAH MELUAS! HOUTHI ANCAM JALUR PENGAPALAN GLOBAL - Berita Dunia
← Kembali

PERANG TIMUR TENGAH MELUAS! HOUTHI ANCAM JALUR PENGAPALAN GLOBAL

Foto Berita

Ketegangan di Timur Tengah terus memanas setelah kelompok pemberontak Houthi yang berbasis di Yaman mengumumkan serangan rudal balistik ke wilayah Israel pada Sabtu (XX/XX). Ini adalah serangan pertama Houthi langsung ke Israel sejak konflik di kawasan itu kian meruncing, memicu kekhawatiran global akan dampak yang meluas.

Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, menyatakan serangan ini bertujuan mencapai "tujuan yang dideklarasikan" dan menghentikan agresi terhadap "semua front perlawanan." Menurut Houthi, serangan rudal itu menargetkan "situs militer sensitif Israel" di Israel bagian selatan. Sirene darurat dilaporkan berbunyi di sekitar Beer Sheba dan area dekat pusat penelitian nuklir utama Israel, memicu ketegangan di masyarakat setempat.

Militer Israel sendiri mengklaim berhasil mencegat salah satu rudal yang diluncurkan. Meski demikian, partisipasi Houthi dalam konflik ini secara nyata memperluas arena pertempuran dari Jalur Gaza dan Lebanon ke kawasan Laut Merah yang vital.

Houthi, yang menguasai Ibu Kota Sanaa sejak 2014, sebelumnya dikenal karena aksi mereka menargetkan kapal-kapal dagang di Laut Merah selama perang Israel-Hamas. Antara November 2023 hingga awal 2024, mereka menyerang lebih dari 100 kapal dagang, menenggelamkan dua kapal, dan menewaskan empat pelaut. Aksi-aksi tersebut menyebabkan kekacauan pada jalur transit komersial senilai sekitar USD 1 triliun per tahun, memaksa banyak kapal mengubah rute dan memicu kenaikan biaya pengiriman global.

Wakil Menteri Informasi Houthi, Mohammed Mansour, bahkan mengisyaratkan opsi untuk menutup Selat Bab al-Mandab. Selat ini merupakan pintu gerbang vital ke Laut Merah dan Terusan Suez, tempat sekitar 30 persen impor Israel melintas. Jika ditutup, ini akan memberikan pukulan telak bagi ekonomi Israel dan tentunya perdagangan global secara luas.

Mohamad Elmasry, seorang profesor Studi Media dari Doha Institute for Graduate Studies, menyebut langkah Houthi ini "sangat signifikan." "Jika mereka memutuskan menutup Selat Bab al-Mandab, Laut Merah, dan akhirnya Terusan Suez, maka kita akan memiliki dua titik 'choke point' utama yang tertutup bersama Selat Hormuz," jelasnya kepada Al Jazeera. Ini adalah jalur pelayaran internasional utama yang krusial bagi perdagangan global, dan penutupannya akan berdampak besar pada rantai pasok dunia.

Meluasnya front pertempuran ini, terutama dengan masuknya Houthi, menimbulkan pertanyaan lebih lanjut di Israel tentang efektivitas operasi militer dan strategi pemerintah dalam menghadapi konflik multi-arah ini. Dunia kini menanti respons dan dampak jangka panjangnya terhadap stabilitas regional serta ekonomi global yang rentan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook