Kabar mengejutkan datang dari Meksiko! Pasukan militer setempat berhasil melumpuhkan gembong narkoba paling dicari, Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang ditakuti. Namun, operasi besar ini bukan tanpa konsekuensi. Kematian El Mencho justru memicu gelombang kekerasan di berbagai wilayah, membuat situasi negara kembali tegang dan tak menentu.
El Mencho dilaporkan tewas setelah baku tembak sengit dengan tentara pada Minggu lalu di Tapalpa, sebuah kota di negara bagian Jalisco bagian barat. Gembong kejam itu terluka parah dalam bentrokan tersebut dan dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan udara menuju Mexico City untuk mendapatkan penanganan medis. Kematian El Mencho merupakan pukulan telak bagi CJNG, salah satu organisasi kriminal paling berkuasa dan brutal di Meksiko.
Penumpasan El Mencho ini menjadi kemenangan signifikan bagi pemerintah Meksiko yang selama ini gencar memerangi kartel narkoba. Namun, sejarah menunjukkan bahwa kematian atau penangkapan seorang pemimpin kartel seringkali bukan akhir dari masalah, melainkan awal dari babak baru persaingan berdarah. Kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan El Mencho berpotensi memicu perebutan wilayah dan jalur distribusi narkoba antar faksi di dalam CJNG sendiri, atau bahkan dengan kartel saingan.
Analis keamanan menduga, gelombang kekerasan yang kini melanda beberapa bagian Meksiko adalah dampak langsung dari kekacauan internal di CJNG dan upaya kartel lain untuk memanfaatkan momen ini. Masyarakat sipil menjadi korban utama dari eskalasi konflik ini, menghadapi ancaman peningkatan kejahatan, pemerasan, dan baku tembak di jalanan. Pemerintah Meksiko kini dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana menjaga stabilitas dan mencegah kekerasan lebih lanjut pasca-kematian gembong narkoba legendaris ini. Apakah ini awal dari perdamaian atau justru petaka baru bagi Meksiko?