PM SPANYOL: LEBANON BAK GAZA! KUTUK KERAS ISRAEL-AMERIKA - Berita Dunia
← Kembali

PM SPANYOL: LEBANON BAK GAZA! KUTUK KERAS ISRAEL-AMERIKA

Foto Berita

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, melontarkan kecaman keras terhadap manuver militer Israel di Lebanon, menyebutnya berpotensi mendatangkan "tingkat kerusakan dan kehancuran yang sama" seperti di Jalur Gaza. Tak hanya itu, Sanchez juga secara tegas menentang apa yang disebutnya sebagai "perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran", sebuah skenario yang menurutnya "jauh lebih buruk" dari invasi Irak tahun 2003.

Dalam pidatonya di hadapan parlemen Spanyol pada Rabu lalu, Sanchez tak ragu mengemukakan pandangannya yang mengejutkan. "Ini bukan skenario yang sama dengan perang ilegal di Irak. Kita menghadapi sesuatu yang jauh lebih buruk. Dampak potensialnya jauh lebih luas dan lebih dalam," ujarnya, sambil menyoroti bahwa pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, disebutnya lebih keras dan "haus darah" dibandingkan pendahulunya. Sikap Sanchez ini menjadikannya salah satu dari sedikit pemimpin Eropa yang berani mengutuk keras serangan AS-Israel ke Iran.

Spanyol sendiri telah lama menjadi salah satu negara Eropa yang paling konsisten mengutuk dan mengambil tindakan konkret terhadap perang Israel di Gaza, yang oleh para ahli genosida dan penyelidikan PBB disebut sebagai genosida. Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dan sebagian besar wilayah Gaza luluh lantak akibat serangan Israel. Sebagai respons, Spanyol telah memberlakukan embargo total senjata terhadap Israel dan menarik duta besarnya dari Tel Aviv.

Kekhawatiran Sanchez bukan tanpa dasar. Israel dilaporkan tengah bersiap untuk menginvasi Lebanon, berencana menguasai wilayah hingga 30 kilometer di selatan perbatasannya. Niat ini pun langsung menuai kecaman dari negara lain seperti Kanada dan Prancis, yang menyerukan agar kedaulatan Lebanon dihormati. Bahkan, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, terang-terangan menyebut militer Israel akan meniru "model Rafah dan Beit Hanoon" di Lebanon, merujuk pada dua kota di Gaza yang rata dengan tanah. Sementara itu, Menteri Keuangan Israel dari sayap kanan, Bezalel Smotrich, jauh lebih ekstrem dengan menyerukan aneksasi resmi Lebanon selatan demi "perubahan batas-batas Israel".

Pernyataan Sanchez ini tak hanya menunjukkan perpecahan di antara negara-negara Barat, tetapi juga menyoroti potensi eskalasi konflik di Timur Tengah yang bisa berdampak jauh lebih luas, baik secara kemanusiaan maupun geopolitik. Jika niat Israel untuk menduduki Lebanon selatan berlanjut, krisis kemanusiaan dan gejolak regional dikhawatirkan akan semakin parah, menyeret lebih banyak pihak ke dalam pusaran konflik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook