Gedung Mahkamah Agung Albania di Tirana terbakar pada hari kelima gelombang protes anti-pemerintah. Demonstrasi yang dipicu oleh tuduhan korupsi, kualitas pendidikan yang buruk, dan tingginya angka pengangguran ini semakin memanas. Api terlihat membakar kantor-kantor di dalam gedung, menambah ketegangan antara pengunjuk rasa dan otoritas setempat.
Analisis singkat: Insiden ini menandakan eskalasi konflik yang serius di Albania. Pembakaran simbol institusi hukum menunjukkan hilangnya kepercayaan publik terhadap sistem peradilan dan pemerintah. Bagi masyarakat, situasi ini berpotensi memicu instabilitas politik dan sosial yang lebih luas, serta mengganggu layanan publik. Media internasional seperti Al Jazeera terus memantau perkembangan, menyoroti bahwa protes yang awalnya damai berubah menjadi aksi anarkis yang merugikan warga sipil dan properti publik.