TRAGEDI SEPAK BOLA SPANYOL: PEMAIN TENERIFE MENINGGAL USai BENTURAN - Berita Dunia
← Kembali

TRAGEDI SEPAK BOLA SPANYOL: PEMAIN TENERIFE MENINGGAL USai BENTURAN

Foto Berita

Dunia sepak bola Spanyol kembali diselimuti duka mendalam. Penyerang Tenerife, Jesus de Miguel, meninggal dunia setelah mengalami insiden fatal di lapangan saat laga melawan Andorra di Estadio Heliodoro Rodriguez Lopez, Selasa (dini hari WIB).

Insiden nahas itu terjadi di menit ke-90+7. Saat itu, bola keluar dari kotak penalti Tenerife dan meluncur ke tengah lapangan. De Miguel yang baru masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-59, berusaha mengejar bola. Namun, kiper Andorra, Jesus Owono, ikut keluar dari sarangnya dan melakukan benturan keras. Lutut Owono diduga menghantam bagian dada De Miguel hingga pemain berusia 30 tahun itu langsung terkapar di lapangan.

Wasit langsung mengganjar Owono dengan kartu merah. Para pemain panik dan segera memanggil tim medis. Pertandingan yang saat itu berkedudukan 2-2 terpaksa dihentikan. Beberapa pemain terlihat menangis histeris melihat kondisi rekan mereka.

Laporan media Spanyol menyebutkan, De Miguel mengalami henti jantung (cardiac arrest) saat dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Universitario de Nuestra Senora de Candelaria di Santa Cruz. Ia sempat dirawat intensif di ICU, namun nyawanya tidak tertolong.

Pihak klub Tenerife merilis pernyataan resmi pada Selasa pagi. "Hancur rasanya, tenggorokan kami tercekat dan tidak percaya ini kenyataan. Kami menyampaikan kabar duka atas meninggalnya Jesus de Miguel Alameda," tulis klub seperti dikutip dari Al Jazeera. Klub menyebut tidak ada kata-kata yang bisa menghibur rasa kehilangan ini dan menyatakan solidaritas penuh untuk keluarga korban.

De Miguel bukan pemain sembarangan. Pria kelahiran Madrid ini memulai debut profesionalnya bersama Castellon pada Agustus 2024 di usia 27 tahun. Ia menjadi top skor dengan 16 gol saat membawa Castellon promosi ke divisi dua. Performa impresifnya membuat Tenerife merekrutnya dengan kontrak tiga tahun pada 2025.

Analisis Dampak: Insiden ini kembali membuka diskusi serius mengenai protokol keselamatan pemain, khususnya terkait benturan keras di area dada (commotio cordis) yang sering memicu henti jantung. Selain itu, insiden ini menjadi pukulan psikologis bagi para pemain Andorra dan Tenerife, serta mencoreng kompetisi La Liga 2 yang seharusnya menjadi ajang unjuk gigi, bukan ajang duka. Pertandingan ulang atau sanksi lebih lanjut kemungkinan besar akan menjadi sorotan publik sepak bola dalam beberapa hari ke depan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook