KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, resmi menyambut kedatangan pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, di Kuala Lumpur pekan lalu. Kunjungan ini menjadi sorotan tajam karena Malaysia sebelumnya dikenal sebagai pengkritik vokal junta militer. Pemerintah Malaysia berdalih pertemuan ini murni untuk membahas solusi pengungsi, bukan bentuk pengakuan politik.
Dalam pertemuan tersebut, Min Aung Hlaing menyatakan kesiapannya memulangkan warga Myanmar yang ada di Malaysia dengan biaya mandiri. Saat ini, Malaysia menampung sekitar 193.000 warga Myanmar, yang mayoritas merupakan etnis Rohingya. Anwar Ibrahim juga berjanji akan membantu reintegrasi Myanmar ke dalam ASEAN, meskipun junta masih menolak menjalankan Konsensus Lima Poin yang disepakati sebelumnya.
Langkah Malaysia ini melengkapi rangkaian kunjungan Min Aung Hlaing ke negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Laos. Kritikus menilai manuver ini sebagai kemunduran besar bagi kredibilitas ASEAN. Alih-alih menyelesaikan krisis, langkah ini dianggap memberikan legitimasi internasional kepada junta militer yang hingga kini masih membombardir warga sipil di negaranya sendiri.