KARTU KUNING JADI PETAKA, VISA PEMAIN PANTAI GADING DIPERSOALKAN - Berita Dunia
← Kembali

KARTU KUNING JADI PETAKA, VISA PEMAIN PANTAI GADING DIPERSOALKAN

Foto Berita

Jakarta - Federasi Sepak Bola Pantai Gading (FIF) akhirnya mengonfirmasi bahwa penyerang andalan mereka, Elye Wahi, mendapatkan izin perjalanan ke Kanada untuk berlaga di Piala Dunia akhir pekan ini. Sebelumnya, Wahi sempat dinyatakan batal bergabung karena masalah visa yang belum rampung.

Kabar baik ini datang setelah drama birokrasi yang cukup panjang. FIF awalnya mengumumkan bahwa Wahi tidak bisa terbang ke Toronto karena otoritas Kanada belum mengeluarkan izin masuk. Namun, hanya berselang beberapa jam, situasi berbalik 180 derajat. Wahi akhirnya bisa bergabung dengan skuad 'The Elephants' untuk menghadapi Jerman pada Sabtu (8/6).

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Masalah visa ini ternyata berkaitan erat dengan kasus hukum yang membelit Wahi di Prancis. Otoritas Prancis tengah menyelidiki dugaan korupsi olahraga setelah menemukan pola taruhan mencurigakan pada kartu kuning yang diterima Wahi saat membela Nice di Ligue 1 bulan lalu.

Juru bicara kantor kejaksaan Marseille mengonfirmasi bahwa seorang pemain Ligue 1 berusia 23 tahun telah ditahan pada 29 Mei lalu sebagai bagian dari penyelidikan atas dugaan penipuan terorganisir, korupsi olahraga, dan pencucian uang. Meski Wahi tidak disebut sebagai tersangka, namanya jelas terseret dalam pusaran ini.

Pengacara Wahi, Marie Dose, menegaskan bahwa kliennya hanya diperiksa selama beberapa jam dan kemudian dibebaskan. "Elye Wahi saat ini tidak menghadapi tuntutan dan tidak berada di bawah pengawasan hukum apa pun," ujar Dose.

Dampak dan Analisis: Kasus ini menjadi preseden baru dalam dunia sepak bola. Masalah non-teknis seperti visa dan penyelidikan hukum kini bisa langsung mempengaruhi performa tim nasional di ajang sebesar Piala Dunia. Publik tentu bertanya-tanya, apakah ada 'permainan' di balik kartu kuning yang diterima Wahi? Investigasi ini bisa membuka kotak Pandora tentang praktik taruhan ilegal di sepak bola Eropa.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya pemain Afrika mengalami masalah visa ke Kanada. Sebelumnya, gelandang Ghana, Thomas Partey, juga gagal mendapatkan visa dan harus absen saat Ghana mengalahkan Panama. Partey sendiri tengah menghadapi tujuh tuduhan pemerkosaan di Inggris. Situasi ini menunjukkan betapa ketatnya regulasi imigrasi Kanada terhadap atlet yang sedang bermasalah dengan hukum.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook