Kursi kepemimpinan pertahanan Venezuela kini berganti. Presiden interim Delcy Rodriguez secara resmi mengganti Jenderal Vladimir Padrino, Menteri Pertahanan yang dikenal sangat loyal kepada Nicolas Maduro dan sudah menjabat selama 11 tahun. Pengumuman pergantian ini disampaikan Rodriguez melalui akun Telegramnya pada Rabu lalu, dengan menyebut Padrino akan mengemban “tanggung jawab baru” yang belum dirinci.
Perombakan di level kabinet ini menjadi sorotan tajam, terutama setelah operasi militer Amerika Serikat untuk menahan Maduro awal Januari lalu. Padrino, 62 tahun, merupakan salah satu tokoh kunci era Maduro yang kerap dituding oleh berbagai kelompok HAM terlibat dalam penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia. Di bawah kepemimpinannya sejak 2014, militer Venezuela juga menghadapi tuduhan korupsi besar-besaran dan penggunaan kekerasan berlebihan terhadap para demonstran.
Tak hanya itu, pengaruh militer di bawah Padrino disebut meluas hingga ke sektor-sektor vital ekonomi seperti pertambangan, minyak, dan distribusi makanan. Ini menambah kompleksitas situasi di Venezuela, yang kini berada di bawah tekanan besar untuk melakukan reformasi.
Pemerintahan interim Rodriguez memang sudah mengambil langkah awal, seperti membebaskan ratusan tahanan politik dan mengesahkan undang-undang amnesti umum. Namun, para pegiat HAM menyoroti adanya celah dalam legislasi tersebut yang dikhawatirkan masih bisa menjadi alat represi politik. PBB pun mencatat “mesin” hukum dan institusi pelanggaran HAM yang dibentuk di era Maduro masih kokoh.
Di panggung internasional, Presiden AS Donald Trump terus menekan Venezuela. Ia bahkan mengancam akan adanya tindakan militer lebih lanjut jika negara itu tidak membuka sektor minyak dan pertambangannya untuk investasi asing. Trump juga mengklaim telah “mengambil ratusan juta barel minyak” dari Venezuela. Sebagai simbol normalisasi, Kedutaan Besar AS di Caracas telah kembali beroperasi minggu lalu setelah tujuh tahun vakum. Ini semua menegaskan betapa gentingnya situasi politik dan ekonomi yang dihadapi Venezuela saat ini.