LONDON - Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menyatakan bahwa negaranya terbuka jika Jerman ingin bergabung dalam proyek jet tempur generasi keenam, Global Combat Air Programme (GCAP). Proyek ambisius ini sebelumnya digagas oleh Inggris, Italia, dan Jepang.
Keterbukaan ini disampaikan Burnham setelah bertemu Kanselir Jerman, Friedrich Merz, di Berlin. Langkah ini diambil setelah program jet tempur rival Franco-Jerman yang dipimpin Prancis dan Jerman dilaporkan kolaps pada Juni lalu, sehingga memunculkan spekulasi bahwa Jerman akan beralih ke kubu GCAP.
GCAP sendiri merupakan pakta pertahanan strategis untuk membangun jet tempur generasi keenam yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sensor canggih. Sebelumnya, pada Juli lalu, Kanada juga telah bergabung sebagai 'negara pengamat' dalam proyek ini.
Selain membahas jet tempur, kedua pemimpin negara juga mengumumkan kemitraan keamanan baru antara Inggris dan Jerman. Kerja sama ini fokus untuk menghadapi ancaman sabotase, serangan siber, dan taktik perang hibrida lainnya. Dalam pernyataannya, Burnham menyoroti ancaman nyata dari Rusia, meskipun ia menegaskan kemitraan ini akan menghadapi ancaman dari mana pun asalnya.
Analisis Dampak: Langkah ekspansi GCAP ini menandakan pergeseran lanskap pertahanan Eropa yang semakin mandiri. Kolaborasi lintas benua (Eropa-Asia) ini tidak hanya bertujuan menjaga superioritas udara, tetapi juga menjadi sinyal kuat kepada Rusia dan Amerika Serikat bahwa Eropa serius memperkuat kedaulatan keamanannya di tengah ketidakpastian geopolitik global.