Pertarungan dahsyat di ring UFC Las Vegas berakhir dengan kejutan besar. Bintang MMA yang sedang naik daun, Paddy 'The Baddy' Pimblett, harus merelakan rekor kemenangan beruntunnya yang fantastis diputus oleh veteran tangguh, Justin 'The Highlight' Gaethje. Duel berdarah lima ronde ini tak hanya menghadirkan drama, tapi juga mengukuhkan Gaethje sebagai juara interim kelas ringan.
Pada Sabtu malam waktu setempat di ajang utama UFC 324, Gaethje, petarung Amerika yang dikenal dengan gaya menyerang agresif, berhasil mengalahkan Pimblett dari Liverpool melalui keputusan mutlak juri (unanimous decision). Skor 48-47, 49-46, dan 49-46 menunjukkan dominasi Gaethje, meskipun Pimblett menunjukkan semangat juang luar biasa dan daya tahan yang membuat Gaethje sendiri angkat topi.
Jalannya pertarungan berlangsung brutal dan penuh aksi. Pimblett sempat unggul di awal ronde pertama, namun pukulan kiri keras Gaethje mengubah alur pertandingan. Pimblett sempat jatuh dan dihujani pukulan ground-and-pound, bahkan di ronde kedua ia nyaris kalah TKO. Meski berdarah-darah di hidung dan wajah, 'The Baddy' bangkit di ronde ketiga, bahkan sempat membuat Gaethje goyah. Namun, pengalaman Gaethje berbicara di ronde-ronde selanjutnya, dengan pukulan kanan telak yang berulang kali mendarat telak. Ronde terakhir menjadi puncak drama, kedua petarung saling jual beli serangan mematikan hingga bel akhir berbunyi.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Pimblett di UFC, mengakhiri sembilan kemenangan berturut-turut dan mengubah rekor karirnya menjadi 23-4-0. Meskipun kalah, Pimblett menunjukkan sportivitas tinggi, memuji Gaethje sebagai legenda dan berjanji akan kembali lebih kuat di usianya yang baru 31 tahun. Bagi Gaethje, ini adalah gelar interim kelas ringan keduanya, yang kini membuka jalan menuju pertarungan perebutan gelar tak terbantahkan melawan Ilia Topuria. Topuria sendiri diperkirakan akan kembali ke oktagon pada tahun 2026 setelah rehat karena masalah pribadi.
Pertarungan ini tidak hanya menentukan siapa yang terbaik di malam itu, tetapi juga menegaskan standar tinggi di divisi kelas ringan UFC. Hasil ini sekaligus menjadi tontonan wajib bagi para pecinta MMA di seluruh dunia yang haus akan drama dan aksi mendebarkan di atas ring.