AS ANGGAP PROTES DI BOLIVIA UPAYA KUDETA - Berita Dunia
← Kembali

AS ANGGAP PROTES DI BOLIVIA UPAYA KUDETA

Foto Berita

Jakarta, Media Online โ€“ Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump angkat bicara soal gelombang protes di Bolivia. Mereka menyebut aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para guru, penambang, petani, dan buruh itu sebagai upaya kudeta terhadap Presiden Bolivia, Rodrigo Paz.

Dalam pernyataan resminya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dengan tegas menyatakan pihaknya akan menolak semua upaya untuk menggulingkan pemerintahan Paz yang sah. Ia bahkan menuduh para demonstran bersekongkol dengan 'narco-teroris'โ€”julukan pemerintah AS untuk para pengedar narkoba. 'Amerika sedang mengawasi. Bolivia tidak boleh membiarkan dirinya jatuh ke dalam status quo lama dominasi narco-teroris di kawasan ini,' tulis Hegseth di media sosial.

Langkah ini menjadi sinyal terbaru bahwa Trump kembali aktif dalam politik Amerika Latin. Sejak menjabat periode kedua pada 2025, Trump punya ambisi ekspansionis dan menyebut seluruh Belahan Bumi Barat sebagai 'lingkungan' yang harus diawasi. 'Ini adalah HEMISFER KITA, dan Presiden Trump tidak akan membiarkan keamanan kita terancam,' begitu bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS pada Januari lalu.

Washington juga sudah membentuk inisiatif keamanan bernama Americas Counter Cartel Coalition (A3C) yang diikuti oleh negara-negara pemerintah kanan, termasuk Bolivia. Namun di dalam negeri, Paz justru menghadapi masalah pelik. Ia terpilih pada Oktober lalu, mengakhiri kekuasaan dua dekade partai kiri Movement for Socialism (MAS).

Kebijakan Paz langsung memicu kontroversi. Ia memulihkan hubungan dengan AS yang putus sejak 2008, mencabut subsidi bahan bakar hingga harga bensin naik, dan sempat memicu amarah petani karena aturan reformasi tanah. Belum lagi kondisi ekonomi Bolivia yang morat-marit dengan menipisnya cadangan devisa dan turunnya ekspor gas alam.

Analisis: Sikap AS ini menunjukkan pola intervensi yang khas. Dengan menyebut demonstran sebagai bagian dari jaringan narkoba, Washington memberi justifikasi untuk ikut campur. Di sisi lain, protes di Bolivia bukan sekadar soal politik, tapi cerminan krisis ekonomi yang akut. Jika Paz gagal mengelola tekanan domestik, dukungan AS justru bisa menjadi bumerang yang memperkuat oposisi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook