London, Al Jazeera – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menunjuk Wali Kota London Sadiq Khan sebagai salah satu dari 26 anggota baru House of Lords. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari daftar kehormatan akhir masa jabatan Starmer sebelum digantikan oleh Andy Burnham pada Jumat pekan ini.
Khan, yang sudah tiga periode menjabat wali kota sejak 2016, kini berhak duduk di majelis tinggi parlemen Inggris seumur hidup. Bersama Khan, sejumlah tokoh dari militer, filantropi, hingga aktivis HAM juga masuk daftar. Mereka akan bertugas mengawasi, merevisi, dan memberikan suara pada undang-undang Inggris.
Dari total 26 kursi yang diberikan, Partai Buruh menguasai 16 kursi, disusul Partai Liberal Demokrat 5 kursi, Partai Konservatif 3 kursi, dan 2 kursi untuk anggota non-partai. Starmer sama sekali tidak memberikan jatah kepada partai sayap kanan Reform UK yang dipimpin Nigel Farage.
Analisis: Langkah ini memperkuat posisi Partai Buruh di House of Lords yang sebelumnya dikuasai Konservatif (246 kursi vs 216 kursi). Namun, pengangkatan tokoh populer seperti Khan juga bisa menjadi bumerang jika publik menilai ini sebagai politik balas budi. Sementara itu, tidak adanya kursi untuk Reform UK memicu kritik Farage yang menyebut majelis tinggi semakin tidak representatif.