Presiden AS Donald Trump menunjuk Markwayne Mullin sebagai Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang baru. Penunjukan ini menjadi sorotan, mengingat Mullin dikenal sebagai loyalis Trump dan punya latar belakang unik sebagai mantan atlet Mixed Martial Arts (MMA).
Mullin akan mencatat sejarah sebagai pribumi Amerika pertama yang memimpin DHS, sebuah departemen vital yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri dan kebijakan perbatasan AS. Di bawah kepemimpinannya, Mullin akan langsung mengawasi implementasi kebijakan keras Trump terkait penanganan migran di Amerika Serikat, sebuah isu yang kerap memicu perdebatan sengit dan kontroversi.
Latar belakang Mullin sebagai loyalis garis keras Trump dan pengalamannya di arena tanding mengindikasikan pendekatan yang tegas dan kemungkinan tanpa kompromi dalam menjalankan agenda keamanan dan imigrasi. Kebijakan 'crackdown' terhadap migran yang diusung Trump memang telah berulang kali menuai kritik dari berbagai kelompok hak asasi manusia dan organisasi kemanusiaan. Dengan kehadiran Mullin di kursi kepemimpinan DHS, besar kemungkinan kebijakan imigrasi AS di era Trump akan terus diperketat, yang berpotensi menimbulkan gelombang protes dan dampak signifikan pada komunitas migran serta lanskap politik AS secara keseluruhan.