IEA: KRISIS ENERGI GLOBAL MENCEKIK, SELAT HORMUZ KUNCINYA! - Berita Dunia
← Kembali

IEA: KRISIS ENERGI GLOBAL MENCEKIK, SELAT HORMUZ KUNCINYA!

Foto Berita

Dunia kini di ambang krisis energi terparah sepanjang sejarah, bahkan melampaui gabungan guncangan minyak era 1970-an dan imbas perang di Ukraina. Peringatan keras ini datang langsung dari Fatih Birol, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), yang menyebut konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu kekacauan pasokan global dan berisiko melumpuhkan ekonomi dunia.

Birol, saat berbicara di Australia, mengungkapkan bahwa krisis ini jauh lebih parah dari yang diperkirakan banyak pihak. Penutupan efektif Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global, serta serangan terhadap fasilitas energi, telah memangkas pasokan minyak global hingga 11 juta barel per hari. Angka ini dua kali lipat lebih besar dari total defisit pada krisis 1970-an. Pasokan LNG juga terpukul parah, menyusut 140 miliar meter kubik, jauh di atas defisit akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Lebih dari 40 fasilitas energi di sembilan negara dilaporkan rusak parah akibat konflik. Kondisi ini membuat ekonomi global menghadapi ancaman sangat serius, yang jika tidak segera diselesaikan, bisa memicu lonjakan inflasi, kenaikan harga komoditas secara drastis, hingga memukul daya beli masyarakat, terutama di negara-negara importir energi. Harga minyak mentah sendiri sudah melonjak lebih dari 50 persen sejak konflik dimulai pada 28 Februari lalu.

Untuk mengatasi situasi genting ini, IEA mengusulkan sejumlah langkah seperti mendorong lebih banyak kerja jarak jauh, program berbagi kendaraan, dan penurunan batas kecepatan di jalan raya. Namun, Birol menegaskan bahwa solusi terpenting adalah membuka kembali blokade Selat Hormuz. Situasi semakin tegang setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka selat tersebut atau menghadapi kehancuran pembangkit listriknya. Iran sendiri mengancam akan menutup total jalur air strategis itu dan melancarkan serangan balasan jika AS menyerang.

Ancaman ini bukan sekadar soal pasokan, melainkan juga stabilitas geopolitik yang menjadi fondasi ekonomi global. Tanpa aliran energi yang lancar dari Selat Hormuz, rantai pasokan dunia bisa lumpuh, memicu resesi besar yang dampaknya akan terasa di setiap sudut kehidupan masyarakat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook