BOCAH 11 TAHUN DIBUNUH, POLISI PRANCIS DILANDA AMARAH - Berita Dunia
← Kembali

BOCAH 11 TAHUN DIBUNUH, POLISI PRANCIS DILANDA AMARAH

Foto Berita

Kemarahan publik di Prancis memuncak setelah pemakaman Lyhanna, bocah perempuan 11 tahun yang ditemukan tewas dua pekan lalu di barat daya Prancis. Warga dan keluarga menghadiri upacara pemakaman di pemakaman kecil kota Fleurance, sekitar 50 kilometer di barat Toulouse. Para wali kota di wilayah Gers bahkan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk duka dan dukungan.

Kasus ini memicu gelombang kemarahan nasional setelah terungkap bahwa tersangka utama, Jerome Barella (41), sudah dilaporkan ke polisi sembilan bulan sebelum pembunuhan. Ia dituduh melakukan kekerasan seksual berulang pada anak berusia 10 tahun. Namun, polisi tidak pernah memeriksanya sekali pun.

Bahkan, menurut surat kabar Le Monde, otoritas AS sudah memperingatkan polisi Prancis bahwa aktivitas online Barella mengindikasikan ia mengakses konten pelecehan seksual anak. Peringatan dari Amerika itu baru diketahui polisi Prancis setelah mereka menangkap Barella pekan lalu. Kantor Nasional untuk Anak di Bawah Umur (OFMIN) mengakui sinyal itu masuk pada 2023 dan dinilai 'lemah'. Mereka menerima sekitar 300.000 sinyal setiap tahun.

Skandal ini semakin meluas setelah tuduhan baru muncul, tidak hanya terhadap Jerome, tetapi juga ayah dan saudaranya. Saudara Jerome, Yannick, kini diperiksa atas tuduhan pemerkosaan setelah dua wanita melapor, salah satunya masih di bawah umur saat kejadian. Sementara ayah mereka, Joel (71), juga kembali diselidiki setelah kasus lama tahun 2019 dibuka ulang. Ia dituduh melecehkan cucu pasangannya.

Yang membuat publik geram, Jerome Barella sudah teridentifikasi dalam tiga kasus pelecehan seksual terpisah sebelum akhirnya dilaporkan pada Agustus tahun lalu. Pemeriksaan medis membuktikan pengakuan korban berusia 10 tahun itu benar. Namun, aparat kehakiman dan polisi bergerak sangat lambat sehingga selama sembilan bulan Barella tidak pernah dihubungi.

Kasus Lyhanna menjadi tamparan keras bagi sistem peradilan Prancis yang dinilai gagal melindungi anak-anak. Di tengah meningkatnya kecemasan publik tentang penanganan kejahatan seksual, kasus ini juga memperkuat tuntutan agar aparat tidak lagi mengabaikan laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak di bawah umur.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook