TRUMP EJEK SEKUTU INGGRIS, BIKIN KETEGANGAN MAKIN PANAS! - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP EJEK SEKUTU INGGRIS, BIKIN KETEGANGAN MAKIN PANAS!

Foto Berita

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, lagi-lagi bikin geger. Ia baru saja membagikan video sketsa komedi yang terang-terangan mengejek Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Yang bikin heboh, video ini diunggah di platform Truth Social pada malam yang sama saat Trump dan Starmer sebenarnya baru saja bertelepon!

Sketsa bergaya "Saturday Night Live" versi Inggris itu menggambarkan Starmer yang diperankan George Fouracres, panik bukan kepalang di dalam 10 Downing Street, kediaman PM Inggris. Ia mati-matian menghindari panggilan telepon dari Trump. Dalam adegan kocak tersebut, Starmer bahkan bertanya kepada wakilnya, David Lammy, "Bagaimana jika Donald membentakku?" Begitu telepon diangkat, Starmer buru-buru menutupnya sambil berkeluh kesah tentang betapa sulitnya berbicara dengan "presiden yang menakutkan, menakutkan, tapi luar biasa itu."

Inti ledekan dalam sketsa ini jelas: Starmer digambarkan dilema soal permintaan Trump agar Inggris mengirimkan lebih banyak kapal perang ke Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital yang jadi urat nadi 20% pasokan minyak global ini memang sempat terblokir sebagian sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. "Aku hanya ingin dia senang, Lammy. Kamu tidak mengerti dia sepertiku – aku bisa mengubahnya," kata Starmer dalam sketsa, menunjukkan keinginan menjaga hubungan baik tapi tertekan.

Ironisnya, di luar panggung komedi, ketegangan ini memang nyata. Pada Minggu malam, Starmer benar-benar berbicara dengan Trump untuk membahas meningkatnya tensi di Timur Tengah. Kantor PM Inggris menyatakan kedua pemimpin berfokus pada "kebutuhan untuk membuka kembali Selat Hormuz demi kelancaran pengiriman global" di tengah kekhawatiran atas keamanan energi dan stabilitas regional. Keduanya sepakat bahwa pembukaan selat itu sangat penting untuk stabilitas pasar energi global.

Tindakan Trump mengunggah sketsa ejekan ini bukan tanpa latar belakang. Ia memang sudah lama gemas dengan sekutu NATO, termasuk Inggris, yang dianggap kurang mendukung upaya AS membuka blokade di Selat Hormuz. Minggu lalu saja, Trump terang-terangan menyebut negara-negara NATO "pengecut" karena menolak bergabung dalam upaya perang tersebut. Ia bahkan mengancam akan "menghancurkan" pembangkit listrik Iran jika selat itu tidak dibuka dalam 48 jam, menyalahkan Iran dan kelambanan sekutu atas melonjaknya harga minyak global yang memicu krisis energi terbesar sejak tahun 1970-an.

Aksi Trump ini jelas bisa memicu ketegangan diplomatik antara AS dan Inggris. Mengunggah ejekan satir terhadap pemimpin negara sekutu, apalagi saat isu sensitif seperti Selat Hormuz dan perang Iran sedang panas-panasnya, bisa dianggap provokasi. Di sisi lain, ini juga menjadi sinyal keras dari Trump bahwa ia tidak akan ragu menekan sekutunya demi kepentingan AS, terutama terkait isu keamanan energi global yang kini makin genting.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook