Setelah lebih dari 10 bulan hidup di pengasingan, pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah airnya. Kabar kepulangan ini ia umumkan langsung melalui media sosial pada Minggu, dengan tulisan singkat namun sarat makna: 'Saya di sini. Bersama kalian.'
Kepulangan Machado disambut hangat oleh para pendukungnya. Ia terlihat tiba di sebuah gereja di wilayah Lara, disambut sorakan massa yang telah lama menantikan kehadirannya. Rekan seperjuangannya, Edmundo Gonzalez, turut membenarkan kabar tersebut melalui platform X, menyebut Machado telah berada di bumi Venezuela.
Perjalanan politik Machado terbilang dramatis. Ia sempat menghilang dari publik usai ditangkap secara singkat pada Januari 2025. Namanya kembali mencuat saat ia muncul di Norwegia untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya menantang kekuasaan Presiden Nicolas Maduro.
Situasi politik Venezuela sendiri masih memanas. Pasca penculikan Maduro oleh militer AS pada Januari 2026, kursi kepresidenan diduduki oleh Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pelaksana tugas. Rodriguez, yang mendapat restu dari Presiden AS Donald Trump, diketahui gencar melakukan reformasi dan telah meneken kesepakatan kontroversial yang memberikan AS kendali atas cadangan minyak Venezuela senilai lebih dari 65 miliar barel.
Meski masa jabatannya telah melampaui batas 90 hari yang diamanatkan konstitusi, Rodriguez belum juga menggelar pemilu seperti yang dijanjikan di forum PBB. Amerika Serikat beralasan negara tersebut belum siap untuk menggelar pesta demokrasi. Akibatnya, gelombang protes besar-besaran pecah pekan ini. Ribuan warga turun ke jalan menuntut hak pilih mereka, menandai aksi oposisi nasional pertama dalam hampir dua tahun terakhir.
Menariknya, meski oposisi diyakini memenangkan pemilu 2024 yang disengketakan, Trump sempat meragukan kapasitas Machado. Namun, hubungan keduanya menghangat setelah Machado menyerahkan medali Nobel-nya kepada Trump di Gedung Putih sebagai bentuk penghormatan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa kepulangan Machado adalah hasil langsung dari perundingan rekonsiliasi yang didukung AS, yang juga telah membebaskan ratusan tahanan politik.