Hasil referendum pemisahan diri Alberta menunjukkan mayoritas warga memilih tetap bergabung dengan Kanada. Berdasarkan hitungan awal, lebih dari dua pertiga pemilih menolak ide separatis, sebuah kemenangan telak bagi kubu persatuan yang dipimpin Perdana Menteri Mark Carney.
Carney, yang besar di Alberta, menyambut hasil ini sebagai mandat untuk membangun negara bersama. "Mereka memilih persatuan, membangun bersama, dan saling menjaga," ujarnya usai vote. Pesan ini menegaskan posisi Kanada yang bersikap tegas terhadap ancaman eksternal, terutama dari Amerika Serikat.
Kampanye "Forever Canadian" yang digalang mantan anggota parlemen Thomas Lukaszuk berperan besar menggagalkan gerakan separatis. Lukaszuk menyebut hasil ini sebagai pesan kuat ke seluruh dunia, sindiran halus ke Washington yang gencar menekan Kanada, termasuk wacana kontroversial menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.
Secara ekonomi, Alberta adalah jantung energi Kanada dengan cadangan minyak terbukti terbesar. Tetap bersatunya Alberta krusial bagi strategi Ottawa mendiversifikasi perdagangan dan mengurangi ketergantungan pada AS di tengah perang dagang yang memukul. Beberapa pemimpin separatis bahkan dilaporkan sempat melobi pejabat AS di Washington untuk mendukung pipa minyak independen, memicu kekhawatiran intervensi asing dalam politik dalam negeri Kanada.