KISAH MOURINHO DAN KRONOLOGI KASUS MAN CITY - Berita Dunia
← Kembali

KISAH MOURINHO DAN KRONOLOGI KASUS MAN CITY

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia — Drama perseteruan finansial antara Manchester City dan Premier League memasuki babak baru yang semakin alot. Klub berjuluk The Citizens tersebut resmi mengajukan banding atas putusan komisi independen yang menyatakan mereka bersalah atas pelanggaran serius aturan keuangan (Financial Fair Play) selama hampir satu dekade, tepatnya periode 2009-2018.

Dalam laporan yang beredar, Premier League menuduh City menggunakan perjanjian komersial palsu untuk menggelembungkan pendapatan dan menekan biaya hingga mencapai angka fantastis, lebih dari 900 juta poundsterling atau sekitar Rp18,6 triliun. Akibatnya, laporan keuangan klub dinilai tidak akurat dan melanggar aturan pengeluaran. City sendiri dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut.

Menariknya, situasi ini menarik perhatian mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho. Pria asal Portugal itu melontarkan sindiran pedas terkait proses hukum yang dinilainya akan sangat lama. "Saya pikir kita pada akhirnya akan mendapatkan ending-nya, tapi kita berdua sudah berusia 60-an tahun. Kita perlu cukup beruntung untuk masih hidup saat putusan akhir tiba," ujar Mourinho kepada Corriere dello Sport, dikutip dari Al Jazeera.

Mourinho, yang kini menangani Real Madrid, mengaku lebih memilih untuk menertawakan situasi ini. Ia memprediksi akan ada putusan, lalu banding, lalu banding lagi, yang membuat proses ini berlarut-larut. Sebagai informasi, Mourinho pernah merasakan menjadi runner-up di bawah City pada musim 2017-2018 saat masih menangani Setan Merah. Ia sempat berkelakar bahwa dirinya masih berpeluang mendapatkan medali juara jika City nantinya dihukum pengurangan poin.

Analisis Dampak: Bagi masyarakat pecinta sepak bola, ketidakpastian hukum ini menciptakan spekulasi liar mengenai integritas kompetisi. Jika City terbukti bersalah dan dijatuhi sanksi berat, peta persaingan Premier League bisa berubah drastis, bahkan berpotensi menguntungkan tim-tim rival secara historis. Proses banding yang dilakukan secara tertutup juga menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi pengelolaan klub-klub elite yang dimiliki oleh konglomerat minyak ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook