Washington, DC - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) resmi menghentikan seluruh penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan Anthropic. Keputusan ini diumumkan setelah sebelumnya Menteri Pertahanan Pete Hegseth menetapkan perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasokan nasional pada Februari lalu.
Meski batas waktu penghentian ditetapkan hingga akhir Agustus, sumber terpercaya mengungkap bahwa model Claude milik Anthropic masih digunakan hingga pekan lalu. Teknologi ini kabarnya dimanfaatkan untuk riset, analisis, pengumpulan intelijen, bahkan operasi militer terhadap Iran. Anthropic dianggap sebagai alat vital untuk menyaring data dalam jumlah besar.
Konflik memanas ketika Pentagon meminta Anthropic menghapus fitur pengaman (safety guardrails) pada Claude agar militer bisa mengaksesnya tanpa batasan. Permintaan ini ditolak mentah-mentah oleh Anthropic dengan alasan kekhawatiran akan pengawasan massal dan senjata otonom. Akibatnya, Hegseth melabeli mereka sebagai risiko keamanan nasional.
Anthropic tidak tinggal diam. Mereka menyebut tindakan ini sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ilegal, bahkan menggugat pemerintahan Trump untuk membatalkan status tersebut. Di tengah pertarungan hukum ini, Pentagon mulai beralih ke pemain lain seperti Google, xAI, dan OpenAI. Teknologi OpenAI dilaporkan semakin banyak diadopsi di beberapa departemen militer belakangan ini.
Pernyataan resmi Pentagon ini keluar setelah BBC menanyakan kebenaran bahwa Claude masih digunakan secara luas. Model tersebut diketahui tertanam dalam platform data besar bernama Maven Smart System yang dioperasikan oleh Palantir. Langkah ini menandai babak baru dalam hubungan antara teknologi Silicon Valley dan kebijakan pertahanan AS.