Presiden Paraguay, Santiago Pena, resmi mengundurkan diri pada Kamis (3/4) setelah tekanan politik dan gelombang protes massa membuncah. Krisis ini dipicu oleh ambruknya ueno, sebuah bank digital yang gagal mengelola dana publik senilai hampir 850 juta dolar AS, membuat sekitar 3 juta nasabah tidak bisa mengakses rekening mereka.
Pena, yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden AS Donald Trump, mengambil langkah mundur setelah partai konservatifnya sendiri mencabut dukungan. Ia menyatakan pengunduran diri ini demi menjaga stabilitas negara dan perdamaian sosial. Namun, parlemen tetap melanjutkan sidang luar biasa untuk proses pemakzulan karena menilai Pena terlibat konflik kepentingan dan kelalaian dalam pengawasan bank.
Analisis singkat: Keputusan mundur ini tidak serta-merta meredakan amarah publik. Massa yang berdemo di luar gedung kongres justru menuntut agar Pena tetap diadili dan dimakzulkan, bukan dibiarkan lolos begitu saja. Bagi masyarakat Paraguay, fokus utama saat ini adalah pengembalian dana mereka yang terancam hilang. Wakil Presiden Pedro Alliana akan mengambil alih tampuk kepemimpinan, namun tantangan terbesar adalah memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan negara yang sedang goyah.