China tengah dilanda fenomena 'demam emas' yang tidak biasa. Bukan untuk perhiasan, keluarga di sana berbondong-bondong membeli emas batangan sebagai cara mengamankan aset di tengah ketidakpastian ekonomi. Reporter Al Jazeera, Katrina Yu, turun langsung ke pasar emas terbesar di China untuk melihat tren ini.
Langkah ini didorong oleh kekhawatiran terhadap pelemahan mata uang yuan dan gejolak pasar properti yang sedang lesu. Emas dianggap sebagai 'safe haven' atau tempat berlindung yang aman untuk menyimpan kekayaan. Dampaknya, permintaan emas fisik melonjak tajam, bahkan di tengah harga yang terus merangkak naik. Fenomena ini menjadi sinyal bahwa masyarakat China lebih memilih aset tangible dibandingkan instrumen investasi berisiko lainnya saat ini.