Kekhawatiran global kembali mencuat setelah pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump mengambil langkah mengejutkan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka meluncurkan investigasi kriminal terhadap kepala Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), Jerome Powell. Langkah ini memicu alarm internasional, dengan banyak pihak khawatir independensi lembaga keuangan paling powerful di Negeri Paman Sam itu terancam.
Jerome Powell sendiri tak tinggal diam. Ia secara terbuka mengecam penyelidikan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan bermotif politik yang jelas. Padahal, The Fed dikenal sebagai lembaga independen yang keputusannya harusnya bebas dari intervensi politik, demi menjaga stabilitas ekonomi negara adidaya tersebut.
Mengapa kasus ini begitu mengkhawatirkan? Para pengamat politik dan ekonom menilai, tindakan ini bisa menjadi preseden buruk yang mengikis kepercayaan pasar dan investor terhadap kemandirian The Fed. Intervensi semacam ini berpotensi menggoyahkan kebijakan moneter yang krusial, mulai dari penetapan suku bunga hingga upaya menjaga inflasi, yang pada akhirnya bisa berdampak pada ekonomi global.
Beberapa tokoh seperti analis politik Eric Ham, manajer investasi Justin Urquhart-Stewart, dan ekonom David McWilliams, turut menyuarakan keprihatinan mereka. Mereka menyoroti bahwa tindakan ini bukan hanya tentang Powell semata, tetapi juga tentang integritas dan otonomi sebuah institusi yang sangat vital bagi kesehatan ekonomi dunia.