GEMPITA GAZA: 13 TEWAS, ISRAEL GANJAR HAMAS PASCA RENCANA PERLUCUTAN SENJATA - Berita Dunia
← Kembali

GEMPITA GAZA: 13 TEWAS, ISRAEL GANJAR HAMAS PASCA RENCANA PERLUCUTAN SENJATA

Foto Berita

GAZA, KOMPAS.TV - Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk sejumlah anak-anak. Otoritas Palestina mengonfirmasi serangan yang terjadi pada Minggu (16/3) malam itu menyasar tiga wilayah sekaligus: Kota Gaza, Khan Younis, dan Deir el-Balah.

Serangan ini menjadi malam kedua berturut-turut Israel melancarkan agresi. Yang menarik, serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Hamas menyetujui rencana perlucutan senjata yang diusulkan oleh Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump. Kelompok tersebut sepakat menyerahkan senjatanya kepada dewan tersebut.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membenarkan operasi ini dan menyebut pihaknya menargetkan 'operasional militer' di Gaza. IDF mengklaim telah membunuh dua komandan Hamas, termasuk satu dari pasukan elite Nukbha dan satu dari Batalyon Maghazi. Mereka juga menyebut membunuh satu militan dari Batalyon Jabalia dalam serangan terpisah pekan lalu. Israel menegaskan ketiganya sedang merencanakan serangan ke wilayah Israel.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan korban jiwa di kalangan sipil. Dua orang, termasuk seorang anak, tewas dalam serangan ke bangunan tempat tinggal di Kota Gaza. Satu orang lainnya tewas di dekat Jabalia. Lebih memilukan, satu keluarga utuh—ayah, ibu, dan anak laki-laki mereka yang berusia sembilan tahun—tewas ketika rumah mereka di Khan Younis dihantam rudal. Sementara itu, seorang pria dan wanita juga dilaporkan tewas setelah gedung apartemen mereka diserang di Deir el-Balah.

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, dengan tegas menyatakan belum ada kesepakatan untuk menghentikan serangan di Jalur Gaza. Ia bahkan mengancam akan menempatkan wilayah itu di bawah kendali penuh Israel jika Hamas tidak segera melucuti senjatanya. Pernyataan ini jelas bertentangan dengan rencana Dewan Perdamaian yang justru menginginkan Israel menarik pasukannya dari Gaza.

Sikap keras Israel ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben Gvir, yang menolak mentah-mentah rancangan kesepakatan tersebut. Sementara itu, Presiden Trump pada Jumat lalu mengklaim Israel 'sangat senang' dengan proposal itu dan menyebutnya sebagai 'langkah besar bagi Timur Tengah'.

Sejak gencatan senjata yang rapuh mulai berlaku pada Oktober lalu, lebih dari 1.100 warga Palestina telah kehilangan nyawa. Rencana perdamaian 20 poin yang diumumkan September lalu itu memang mencakup pembentukan Dewan Perdamaian, perlucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, dan rekonstruksi Gaza. Namun, jalan menuju perdamaian tampaknya masih panjang dan berdarah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook