JAKARTA — Gelombang demonstrasi besar-besaran kembali mengguncang berbagai kota di dunia. Massa turun ke jalan memperingati tiga tahun serangan Hamas ke Israel sekaligus menyerukan gencatan senjata di Gaza dan Tepi Barat.
Aksi ini bukan sekadar ritual tahunan. Tekanan publik global semakin mengeras seiring meningkatnya korban sipil dan krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai. Para demonstran menuntut komunitas internasional bergerak lebih nyata, bukan hanya retorika diplomatik.
Dampaknya terasa luas: tekanan politik terhadap negara-negara pendukung Israel meningkat, sementara opini publik di banyak negara bergeser ke arah tuntutan penghentian konflik. Bagi masyarakat Indonesia, isu ini menyentuh solidaritas kemanusiaan dan sering menjadi agenda aksi di berbagai kota besar.