KOMANDAN IRGC SEBUT ARUS MINYAK SELAT HORMUZ 'TIDAK BERARTI' - Berita Dunia
← Kembali

KOMANDAN IRGC SEBUT ARUS MINYAK SELAT HORMUZ 'TIDAK BERARTI'

Foto Berita

TEHERAN - Seorang komandan senior Garda Revolusi Iran (IRGC), Ali Fadavi, mengeklaim bahwa arus ekspor minyak mentah melalui rute yang diawasi Amerika Serikat di Selat Hormuz saat ini berada di angka yang 'tidak berarti'. Dalam wawancara televisi pada Minggu malam, Fadavi menyatakan hanya ada sekitar 3 hingga 4 juta barel minyak per hari (bpd) yang melintas di jalur tersebut. Angka ini jauh menurun dibandingkan lalu lintas normal sebelum perang, yang rata-rata mencapai 18 juta bpd.

Klaim ini muncul bersamaan dengan data dari firma pelacak kapal Kpler yang justru menunjukkan tren berbeda. Data sementara Kpler mencatat ekspor minyak mentah dari Timur Tengah sebenarnya telah melampaui level pra-perang pada empat dari tujuh hari di pekan terakhir September. Pada 24 September serta periode 27-29 September, ekspor bahkan melonjak hingga mencapai 19,5-22,5 juta bpd. Kpler juga mencatat total rata-rata ekspor minyak mentah, produk olahan, bahan kimia, dan cairan non-gas mencapai 22,4 juta bpd pada pekan yang berakhir 30 September.

Meski data pelacakan kapal menunjukkan aktivitas tinggi, Fadavi menegaskan bahwa untuk pertama kalinya tidak ada kapal AS yang hadir di Teluk, Selat Hormuz, Laut Oman, bahkan di Samudra Hindia utara. Ia menyebut kapal perang AS '100 persen rentan' terhadap serangan IRGC. Situasi ini memanas seiring klaim Iran yang menyatakan berhasil memukul mundur kapal perang Washington menjauh dari pantai Iran.

Ketegangan di jalur pelayaran strategis ini juga diperparah oleh pernyataan negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS menerima rencana tujuh hari Teheran untuk membuka kembali jalur air tersebut. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan setidaknya terjadi satu serangan per hari di Selat Hormuz atau Teluk Aden sejak 2 Oktober, menandakan risiko keamanan yang sangat tinggi bagi pelayaran internasional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook