DAPUR HANTU DIBANTAI, MAKANAN AMAN? - Berita Dunia
← Kembali

DAPUR HANTU DIBANTAI, MAKANAN AMAN?

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China mulai membabat habis praktik 'dapur hantu' atau ghost kitchen yang merajalela di aplikasi pesan-antar makanan. Restoran fiktif ini ternyata hanya memindahkan pesanan ke vendor pihak ketiga dengan harga murah, tapi mengorbankan keamanan pangan.

Otoritas China menemukan ribuan 'dapur hantu' yang tidak memiliki toko fisik. Modusnya, mereka menggunakan izin usaha palsu dan memanfaatkan platform pemesanan untuk mengalihkan order ke penawar termurah. Akibatnya, konsumen bisa mendapatkan makanan dengan harga murah, tapi risiko kebersihan dan kualitas pangan tidak terjamin.

Mulai pekan ini, aplikasi pesan-antar wajib memverifikasi izin dan alamat merchant. Pedagang juga harus memastikan daftar online sesuai dengan usaha fisik dan mencantumkan apakah menyediakan layanan makan di tempat.

Penggerebekan ini dipicu oleh keluhan seorang pria di Beijing yang mendapat kue dengan hiasan bunga tidak layak makan. Investigasi mengungkap jaringan 380 lokasi toko kue palsu yang tidak memiliki satu pun gerai fisik. Total 3,6 juta pesanan kue dan 67.000 'toko hantu' ditemukan di tujuh aplikasi pesan-antar besar.

Otoritas pasar China juga telah mendenda tujuh platform e-commerce, termasuk Taobao, JD.com, Meituan, dan Pinduoduo, dengan total 3,6 miliar yuan (sekitar Rp8 triliun) atas keterlibatan mereka dalam praktik ini.

Analisis Dampak: Langkah tegas ini menjadi tamparan keras bagi industri food delivery yang selama ini berlomba-lomba menekan harga. Di satu sisi, konsumen diuntungkan dengan harga murah, namun di sisi lain mereka menjadi korban praktik curang yang mengancam kesehatan. Kebijakan ini juga memaksa platform untuk lebih ketat dalam kurasi merchant, bukan sekadar mengejar jumlah pengguna. Inovasi seperti 'dapur transparan' dengan siaran langsung dan penggunaan AI untuk memantau dapur mulai diterapkan di beberapa kota sebagai solusi jangka panjang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook