SAHAM AI AMBRUK LALU BANGKIT, ADA APA? - Berita Dunia
← Kembali

SAHAM AI AMBRUK LALU BANGKIT, ADA APA?

Foto Berita

Pasar saham teknologi global sempat panik hebat sebelum akhirnya berbalik arah. Indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi dibuka naik 1,23% pada Jumat, membalikkan sebagian penurunan 5,5% sehari sebelumnya yang sempat menghapus nilai triliunan dolar. Penyebab kepanikan adalah kemenangan Partai Demokrat di pemilu sela AS, yang dikhawatirkan memperlambat pengembangan kecerdasan buatan (AI) karena janji kampanye mereka soal regulasi baru.

Sektor yang paling terpukul adalah pembuat chip dan semikonduktor. Nvidia, yang nilainya anjlok lebih dari 9% pada Kamis, langsung melesat lebih dari 6% saat pembukaan Jumat. Hal serupa dialami AMD dan Micron yang sempat jatuh lebih dari 17%, namun berhasil bangkit dengan kenaikan masing-masing sekitar 12% dan 8%. SpaceX dan Tesla juga ikut menghijau setelah sebelumnya terkena tekanan jual.

Namun, data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat pagi menunjukkan tambahan 165.000 lapangan kerja baru pada September—jauh lebih kuat dari perkiraan. Angka ini memberi gambaran ekonomi yang campur aduk: di satu sisi meredakan kekhawatiran resesi, tapi di sisi lain bisa membuat bank sentral enggan menurunkan suku bunga. Presiden Donald Trump sendiri tetap mendukung penuh apa yang ia sebut "super intelligence", dan menilai hanya kepemimpinan bodoh yang menolak kekayaan dari AI.

Di sisi lain, pendiri Tech London Advocates, Russ Shaw, mengingatkan bahwa Kongres baru akan sangat fokus mengatur AI. Ia menilai perusahaan teknologi selama ini gagal mengomunikasikan manfaat AI kepada masyarakat, terutama saat pembangunan pusat data di tengah permukiman justru menaikkan biaya energi warga. "Mereka harus jadi tetangga yang lebih baik," tegasnya seperti dikutip BBC.

Analisis Singkat: Bagi masyarakat umum, volatilitas ini adalah sinyal bahwa masa "uang gratis" untuk sektor AI mungkin mulai berakhir. Regulasi yang lebih ketat bisa memperlambat inovasi, tapi juga berpotensi melindungi konsumen dari praktik eksploitatif dan dampak lingkungan pusat data. Investor ritel perlu waspada: kenaikan hari Jumat bukan berarti badai sudah berlalu, karena ketidakpastian politik dan kebijakan suku bunga masih membayangi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook