PETA SENAT AS BERUBAH: DUA KURSI KRITIS MASIH MENGGANTUNG - Berita Dunia
← Kembali

PETA SENAT AS BERUBAH: DUA KURSI KRITIS MASIH MENGGANTUNG

Foto Berita

Hasil pemilihan sela Amerika Serikat (AS) tahun ini menorehkan sejarah baru. Partai Demokrat berhasil mengamankan kendali di kedua kamar Kongres, sebuah gelombang kemenangan yang oleh pemimpin mereka, Hakeem Jeffries, disebut sebagai 'tsunami Amerika'. Namun, euforia ini belum sepenuhnya usai. Sorotan kini beralih ke dua pertarungan Senat yang masih terlampau ketat untuk diprediksi: Mississippi dan Alaska.

Di Mississippi, yang dikenal sebagai benteng kuat Partai Republik, persaingan kali ini berlangsung sengit. Senator petahana Cindy Hyde-Smith, sekutu dekat Donald Trump, harus berhadapan ketat dengan penantang dari Partai Demokrat, Scott Colom. Keduanya saat ini mengantongi sekitar 49 persen suara. Dengan 96 persen suara telah dihitung, Colom memimpin tipis dengan selisih hanya 1.138 suara. Sisa suara yang belum dihitung mencakup surat suara sementara (provisional) dan surat suara via pos (mail-in).

Aturan di Mississippi memberikan waktu 10 hari bagi petugas untuk memproses surat suara sementara dan 5 hari kerja untuk surat suara pos. Yang menarik, Mississippi adalah satu-satunya negara bagian yang tidak memiliki ketentuan otomatis untuk penghitungan ulang (recount) jika terjadi hasil imbang. Para kandidat harus mendapatkan perintah pengadilan jika ingin meminta penghitungan ulang.

Sementara itu, di Alaska, hasilnya bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis yang luas dan sistem pemungutan suara unik yang disebut 'Ranked-Choice Voting' (RCV). Saat ini, kandidat Demokrat Mary Peltola memimpin atas petahana dari Partai Republik. Sistem RCV memungkinkan pemilih untuk memberi peringkat pada kandidat; jika tidak ada yang mencapai 50 persen, kandidat dengan suara terendah akan dieliminasi dan suara pendukungnya dialihkan ke pilihan berikutnya.

Analisis Dampak: Kemenangan di kedua negara bagian ini sangat krusial bagi Demokrat. Saat ini mereka diprediksi mengantongi minimal 54 kursi di Senat yang beranggotakan 100 orang. Jika mereka menyapu bersih Mississippi dan Alaska, mereka akan semakin mendekati ambang batas 60 kursi yang dibutuhkan untuk menghentikan 'filibuster'—taktik minoritas untuk memblokir undang-undang. Dengan mayoritas yang lebih besar, Demokrat tidak perlu lagi bergantung pada suara dari senator Republik untuk meloloskan agenda legislasi mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook