London, Inggris — Kawasan perbelanjaan ikonik Oxford Street di London resmi memasuki babak baru. Mulai Senin lalu, ruas jalan dari Great Portland Street hingga Orchard Street ditutup untuk kendaraan bermotor dan kini sepenuhnya menjadi zona khusus pejalan kaki. Langkah ini merupakan tahap awal dari proyek regenerasi besar-besaran yang bertujuan menghidupkan kembali kawasan tersebut.
Perubahan ini disambut antusias oleh sebagian warga. Seorang guru biologi, Muneera Alfadhel, menyebut suasana tersebut sebagai hal yang 'ajaib' meski cuaca sedang hujan. Ia termasuk orang pertama yang berani berjalan di tengah jalan raya yang biasanya padat. Bagi pejalan kaki seperti Mark Arbouine, keputusan ini sangat menguntungkan karena membuat mobilitas jauh lebih mudah dan ramah lingkungan.
Meski demikian, langkah ini diambil bukan tanpa alasan mendesak. Data dari New West End Company menunjukkan bahwa jumlah kunjungan ke Oxford Street kini hanya tersisa 57 persen dibandingkan tahun 2006. Penurunan belanja konsumen dan sewa properti menjadi pemicu utama. Otoritas London (City Hall) memperkirakan bahwa pedestrianisasi ini bisa mendatangkan pemasukan lebih dari 109 juta dolar AS per tahun dan menciptakan 700 lapangan kerja baru.
Namun, tidak semua pihak setuju. Kekhawatiran muncul dari kalangan penyandang disabilitas dan lansia yang mengandalkan bus dan taksi untuk transportasi jarak dekat. Seorang turis Prancis bahkan mengancam akan menghindari kawasan ini jika bus tidak lagi beroperasi. Pemerintah kota berjanji akan menambah dua alun-alun publik, 50 pohon, dan ratusan kursi sebagai bagian dari proyek jangka panjang ini.