Insiden menegangkan terjadi di lingkungan pemukiman Marble Hill, New York, Kamis lalu. Agen Imigrasi Amerika Serikat (ICE) melepaskan tembakan ke arah seorang pria bernama Oscar Belgal saat ia berada di dalam mobilnya. Yang membuat situasi ini semakin memilukan, anak laki-laki Belgal yang berusia lima tahun berada di kursi belakang saat kejadian tersebut berlangsung.
Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), Markwayne Mullin, membela tindakan anak buahnya. Ia berdalih petugas tidak mengetahui ada anak di dalam mobil dan menuduh Belgal yang membahayakan nyawanya sendiri. Menurut versi resmi ICE, Belgal mencoba melarikan diri dan menabrak dua kendaraan petugas sebelum akhirnya dianggap 'menggunakan mobilnya sebagai senjata' dengan melaju ke arah petugas lain. Petugas pun melepaskan tembakan dan mengenai leher Belgal.
Namun, narasi ini dibantah keras oleh Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Ia menyebut kejadian ini sebagai tindakan yang 'tidak masuk akal dan sangat serius'. Mamdani menyoroti bahwa agen ICE tersebut mengenakan rompi konstruksi dan masker yang menutupi wajah mereka, sehingga sulit diidentifikasi sebagai aparat resmi. Beruntung, sang anak selamat tanpa luka fisik.
Insiden ini memicu kemarahan publik dan pertanyaan besar mengenai transparansi penegakan hukum imigrasi di AS. Rekaman body cam yang beredar menunjukkan kekacauan di lokasi kejadian, di mana petugas NYPD berusaha memberikan pertolongan medis darurat kepada Belgal yang bersimbah darah. Hingga berita ini diturunkan, Belgal masih ditahan dan belum bisa berkomunikasi dengan pengacaranya, sementara video resmi dari pihak ICE belum dipublikasikan ke publik.