HUBUNGAN GELAP EKONOM TOP AS BIKIN HARVARD GUNCANG! - Berita Dunia
← Kembali

HUBUNGAN GELAP EKONOM TOP AS BIKIN HARVARD GUNCANG!

Foto Berita

Bayang-bayang skandal terpidana kejahatan seks Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia akademik. Kali ini, ekonom top Amerika Serikat sekaligus mantan Menteri Keuangan, Larry Summers, memutuskan mundur dari posisinya sebagai profesor di Harvard University. Keputusan berat ini diambil menyusul terkuaknya hubungan dekat Summers dengan Epstein, yang terungkap melalui dokumen-dokumen pemerintah yang baru dirilis.

Pihak kampus melalui Dekan Harvard Kennedy School, Jeremy Weinstein, telah menerima pengunduran diri Summers dari jabatan co-director di Mossavar-Rahmani Center for Business and Government. Dokumen yang menjadi sorotan itu mengungkap korespondensi luas antara Summers dan Epstein, bahkan sampai ke hal pribadi seperti permintaan nasihat soal wanita. Ini menjadi bagian dari upaya membuka lebih lebar tabir hubungan Epstein dengan para pemegang kekuasaan di berbagai bidang.

Meski Summers membantah melakukan kesalahan dan belum didakwa atas kejahatan apapun, jejak hubungannya dengan Epstein sudah beberapa kali memicu kontroversi. Sebelumnya, ia juga mundur dari dewan perusahaan OpenAI. Summers sendiri mengaku bertanggung jawab penuh atas "keputusan keliru" untuk terus berkomunikasi dengan Epstein hingga Juli 2019. Laporan terbaru dari The Harvard Crimson juga menyebut Summers sempat disebut sebagai calon eksekutor pengganti dalam draf wasiat Epstein tahun 2014, klaim yang dibantah juru bicara Summers.

Kasus ini menegaskan bahwa jejaring gelap Jeffrey Epstein masih terus menghantui lingkaran elit, termasuk di lembaga pendidikan bergengsi. Pengunduran diri Summers tak sekadar kehilangan sosok akademisi berpengaruh, namun juga menjadi tamparan keras bagi reputasi Harvard dalam menjaga integritas para pengajarnya. Publik menuntut transparansi lebih lanjut dan akuntabilitas penuh dari figur-figur yang terlibat dalam skandal Epstein, menunjukkan bahwa dampaknya melampaui isu hukum semata, menjangkau ranah etika dan kepercayaan institusional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook