LONDON - Harry Kane resmi dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or 2026 dalam upacara bergengsi di London. Penyerang Bayern Munich itu menjadi pesepakbola Inggris pertama yang meraih trofi bergengsi ini sejak Michael Owen pada 2001 silam.
Pencapaian ini tidak datang secara instan. Sepanjang musim lalu, Kane tampil luar biasa dengan mencetak 61 gol dari 51 pertandingan bersama klubnya. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Bayern Munich dalam satu musim kompetisi. Tidak hanya tajam di level klub, kapten Timnas Inggris ini juga berhasil membawa negaranya melaju hingga babak semifinal Piala Dunia.
Di posisi runner-up, nama Kylian Mbappe (Real Madrid/Prancis) harus puas berada di bawah Kane. Sementara itu, wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, melengkapi tiga besar dalam jajaran pemain terbaik dunia versi ajang tersebut.
Analisis Dampak: Kemenangan Kane menjadi momentum kebangkitan sepakbola Inggris di kancah individual setelah lebih dari dua dekade puasa gelar. Bagi publik Indonesia, pencapaian Kane ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi di usia yang tidak lagi muda (30-an) masih bisa membuahkan hasil puncak. Selain itu, dominasi pemain muda seperti Lamine Yamal di tiga besar menunjukkan regenerasi sepakbola dunia berjalan cepat, menjadi sinyal bahwa era baru pemain muda telah dimulai.