GELOMBANG ANCAMAN BOM UDARA EROPA MEMBINGUNGKAN - Berita Dunia
← Kembali

GELOMBANG ANCAMAN BOM UDARA EROPA MEMBINGUNGKAN

Foto Berita

JAKARTA - Gelombang ancaman bom yang melanda industri penerbangan Eropa kembali terjadi. Pada Kamis (24/10), sejumlah penerbangan dari 16 negara, termasuk Irlandia, Inggris, Spanyol, dan Denmark, terpaksa dialihkan atau ditunda akibat serangkaian ancaman bom. Otoritas setempat langsung mengerahkan tim penjinak bom dan jet tempur untuk mengawal pesawat yang terdampak.

Meski demikian, hasil pemeriksaan keamanan hingga saat ini tidak menemukan adanya bahan peledak atau barang mencurigakan di dalam pesawat. Tidak ada laporan korban luka dari penumpang. Insiden ini merupakan wabah ancaman bom palsu kedua dalam waktu kurang dari sepekan, memicu kekhawatiran baru terkait keamanan penerbangan di Benua Biru.

Pada Jumat (25/10), ancaman serupa kembali terjadi. Sebuah penerbangan Ryanair dikabarkan mendarat darurat di Lisbon, Portugal, setelah pihak berwenang menerima ancaman bom melalui telepon. Tak lama berselang, menara kontrol di Fiumicino, Italia, menerima peringatan tentang adanya alat mencurigakan di pesawat Wizzair yang terbang dari Paris menuju Roma. Pesawat tersebut akhirnya dialihkan ke Venesia untuk dilakukan pemeriksaan intensif oleh kepolisian setempat.

Menurut Joji Waites, Direktur Keselamatan Penerbangan dari Asosiasi Pilot Maskapai Penerbangan Inggris (BALPA), setiap ancaman yang masuk akan dievaluasi oleh tim penilai untuk menentukan tingkat kredibilitasnya. 'Ancaman dinilai merah (kredibel), kuning (sebagian kredibel), atau hijau (tidak kredibel). Jika pesawat sedang terbang, status kuning tidak dianggap sebagai penilaian yang tepat,' ujarnya.

Philip Baum, profesor tamu keamanan penerbangan di Coventry University, menilai skala dan sifat terkoordinasi dari insiden terbaru ini tidak biasa. Meski ancaman bom tunggal sering terjadi, sebagian besar cepat dievaluasi dan tidak menyebabkan pengalihan. Namun, otoritas di beberapa negara Eropa tampaknya mengambil langkah ekstra hati-hati terhadap ancaman kali ini, yang berbeda dari insiden hoax sebelumnya pada awal pekan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook