IDUL ADRI BERDARAH DI GAZA: RUNTUH BERSAMA MISIL - Berita Dunia
← Kembali

IDUL ADRI BERDARAH DI GAZA: RUNTUH BERSAMA MISIL

Foto Berita

GAZA CITY – Momen Idul Adri yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi tragedi mengerikan bagi keluarga Al-Husari di Gaza City. Di hari pertama perayaan, sebuah rudal Israel menghantam gedung tempat mereka berlindung, menyebabkan tujuh orang tewas dan 18 lainnya luka-luka.

Widad Al-Husari (31) tengah berkumpul bersama suami, anak-anak, dan keluarga besarnya di atap rumah. Mereka baru saja menikmati hidangan manis khas Idul Adha ketika ledakan dahsyat merobek malam. Dalam kepanikan, Widad berlari ke tenda untuk menyelamatkan putranya yang berusia tiga tahun, Rafiq. Namun, pijakan mereka ambruk karena lubang bekas hantaman misil. Ia terjatuh dan bergelantungan di besi bangunan beberapa lantai di bawah, sementara api berkobar di bawahnya.

“Saya tidak melihat lubang itu... Gelap dan asap di mana-mana. Saya hanya memegang anak saya dan tiba-tiba kami jatuh,” ujar Widad kepada Al Jazeera. Keluarganya akhirnya menariknya naik, namun tubuhnya terluka parah akibat besi-besi tajam. “Kami sedang makan manisan Idul Adha, lalu semuanya berubah menjadi teriakan.”

Korban termuda adalah Sidra (12) yang tewas seketika, sementara saudarinya Sham (11) harus diamputasi kakinya. Zuhdia Azzam (60), nenek korban, menggambarkan situasi mengerikan itu: “Tidak peduli bagi Israel apakah ini hari raya atau tempat sipil yang padat – tiba-tiba rudal sudah di atas kepala kami.”

Serangan ini menjadi bukti bahwa tidak ada satu pun tempat aman di Gaza. Keluarga Al-Husari sendiri sebelumnya sudah mengungsi dari daerah Zeitoun yang hancur. Mereka adalah satu dari ribuan keluarga Palestina yang terus diburu oleh pesawat nirawak dan rudal Israel selama 31 bulan genosida berlangsung.

Analisis Redaksi: Insiden ini mengonfirmasi pola serangan tanpa pandang bulu yang dilakukan Israel, bahkan di momen keagamaan. Laporan dari berbagai media internasional mencatat bahwa lebih dari 70% bangunan di Gaza utara telah hancur atau rusak berat. Ini bukan sekadar konflik, melainkan penghancuran sistematis infrastruktur sipil yang membuat warga kehilangan ruang aman.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook