DUA WAJAH ISOLASI KUBA DI PBB - Berita Dunia
← Kembali

DUA WAJAH ISOLASI KUBA DI PBB

Foto Berita

NEW YORK – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali mengesahkan resolusi yang mengecam embargo ekonomi Amerika Serikat terhadap Kuba. Dalam pemungutan suara pada Rabu (29/10), sebanyak 130 negara mendukung resolusi tersebut, sementara 17 negara menolak, termasuk AS dan Israel. Menariknya, 25 negara memilih abstain, di antaranya Jerman dan Italia yang sebelumnya konsisten mendukung kecaman terhadap embargo tersebut.

Meski resolusi ini telah lolos selama lebih dari tiga dekade berturut-turut, dinamika tahun ini menunjukkan pergeseran politik yang signifikan. Pemerintahan Presiden Donald Trump telah memperketat sanksi, termasuk blokade energi, dan secara aktif menekan negara-negara lain untuk mengubah sikap mereka di PBB.

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, melalui media sosial menyatakan bahwa AS 'kembali terisolasi' dalam upayanya mencekik rakyat Kuba. Ia menegaskan bahwa tekanan dan sirkus media tidak akan mengalahkan fakta dan kebenaran. Kuba juga menuduh AS menggunakan ancaman tarif, pembatasan visa, dan sanksi lainnya untuk memaksa negara lain mengubah suara mereka.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyambut baik peningkatan jumlah negara yang abstain. Ia menilai hal ini sebagai bukti bahwa diplomasi AS mulai membuahkan hasil dan berharap tren ini terus berlanjut. Ketegangan antara kedua negara memuncak dalam debat di Majelis Umum pada Selasa, di mana terjadi adu mulut dan insiden dorong-mendorong. Waltz mengumumkan bahwa Richard Tur de la Concepcion, Sekretaris Pertama Misi Kuba di PBB, akan diusir dari AS karena dianggap menyerang diplomat Amerika.

Analisis Dampak: Bagi masyarakat Kuba, embargo yang telah berlangsung lebih dari enam dekade ini terus memperparah kesulitan ekonomi, terutama dengan adanya blokade energi tambahan. Sementara itu, bagi masyarakat internasional, pergeseran suara di PBB mencerminkan meningkatnya tekanan geopolitik AS terhadap negara-negara sekutu. Keputusan Jerman dan Italia untuk abstain, meski sebelumnya mendukung, menunjukkan bahwa tekanan diplomatik AS mulai memecah solidaritas global terhadap Kuba. Namun, dengan 130 negara masih mendukung resolusi, isolasi AS di panggung dunia masih terlihat jelas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook