JALAN PETRO ATASI KOKAIN TAK SAMA DENGAN AMERIKA? - Berita Dunia
← Kembali

JALAN PETRO ATASI KOKAIN TAK SAMA DENGAN AMERIKA?

Foto Berita

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, tengah jadi sorotan. Strategi baru pemerintahannya dalam memerangi kokain, yang jauh dari pendekatan represif sebelumnya, kini dipertanyakan dan meneganggang hubungan dengan sekutu utamanya, Amerika Serikat. Pertemuan Petro dengan Presiden AS, Donald Trump, menjadi ajang krusial untuk menentukan nasib kebijakan anti-narkoba yang berpusat pada hati nurani petani.

Berbeda dari dekade sebelumnya yang mengandalkan pemberantasan paksa oleh militer, Petro, sebagai presiden sayap kiri pertama Kolombia, memilih jalan lain. Ia mendorong petani kecil untuk secara sukarela mengganti tanaman koka ilegal mereka dengan komoditas legal seperti pisang atau singkong, sambil tetap gencar memburu bandar narkoba. Pendekatan ini lahir dari pemahaman bahwa pemberantasan paksa hanya menyengsarakan dan memicu kemarahan petani miskin di pedesaan, yang akhirnya kembali menanam koka karena tak ada pilihan lain.

Di balik ladang koka di Narino, Kolombia, ada kisah seperti Yuli Caicedo, seorang petani pribumi Awa. Ia paham betul risiko yang dipertaruhkan dalam pertemuan tingkat tinggi ini. Ayahnya sendiri tewas dibunuh kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan kartel narkoba. Namun, Caicedo dan petani lain seperti Charles Martinez, yang sudah berhasil mengganti tanamannya, juga bersaksi tentang minimnya pilihan ekonomi selain koka. "Kami tahu apa yang kami hasilkan memicu kekerasan," ujar Caicedo, "Tapi kami tak punya alternatif."

Kolombia sendiri bukan pemain baru dalam drama kokain global. Negara ini adalah pemasok utama kokain dunia, dengan hampir 70 persen pasokan berasal dari sana. Industri haram ini telah lama menjadi bahan bakar konflik internal enam dekade di Kolombia, melibatkan faksi-faksi bersenjata yang membiayai operasi mereka dari perdagangan narkoba. Hampir sepertiga penduduk Kolombia hidup dalam kemiskinan, membuat tawaran menanam koka sulit ditolak jika tidak ada solusi ekonomi berkelanjutan.

Namun, AS, yang secara historis menjadi penekan utama dalam perang melawan narkoba, menginginkan pendekatan yang lebih agresif. Donald Trump, yang akan bertemu Petro, telah mendesak agar Kolombia kembali menerapkan taktik pemberantasan paksa yang dianggap lebih efektif oleh Washington. AS khawatir kebijakan Petro akan mengurangi tekanan pada produksi koka, yang pada akhirnya bisa meningkatkan pasokan kokain ke pasar global.

Perbedaan pandangan ini mencerminkan dilema besar dalam kebijakan anti-narkoba global: apakah fokus pada penumpasan pasokan melalui kekuatan militer, ataukah mengatasi akar masalah kemiskinan dan mencari solusi yang lebih manusiawi? Strategi Petro, jika berhasil, bisa menjadi model baru yang berkelanjutan, mengurangi kekerasan, dan memberdayakan komunitas. Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan adanya alternatif ekonomi yang stabil dan mengatasi resistensi dari kartel besar, sekaligus meyakinkan AS bahwa pendekatan ini adalah jalan yang lebih baik ke depan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook