PLTN RAKSASA JEPANG AKTIF LAGI, PUBLIK WASPADA ANCAMAN GEMPA - Berita Dunia
← Kembali

PLTN RAKSASA JEPANG AKTIF LAGI, PUBLIK WASPADA ANCAMAN GEMPA

Foto Berita

Setelah bertahun-tahun pasca bencana Fukushima, Jepang bersiap menghidupkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa, yang merupakan yang terbesar di dunia. Namun, langkah besar ini datang di tengah kekhawatiran besar dari puluhan ribu warga yang takut akan potensi gempa dahsyat.

Tokyo Electric Power Co (TEPCO) mengumumkan, mereka tengah mempercepat persiapan dan menargetkan untuk memulai kembali operasional PLTN Kashiwazaki-Kariwa di Prefektur Niigata pada Rabu malam pukul 7 waktu setempat. Awalnya, hanya satu dari tujuh reaktor di PLTN yang membentang di area 4,2 kilometer persegi di tepi Laut Jepang itu yang akan diaktifkan kembali.

Keputusan ini menandai pergeseran fokus Jepang kembali ke energi nuklir, satu setengah dekade setelah bencana Fukushima Daiichi pada 2011 yang memicu penghentian operasional seluruh reaktor di penjuru negeri. Tokyo berharap, kembalinya PLTN ini bisa memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, setelah sempat mengalami hambatan dalam pengembangan tenaga angin lepas pantai.

Kashiwazaki-Kariwa adalah PLTN ke-15 dari 33 reaktor yang dianggap masih layak beroperasi, yang kini kembali dihidupkan Jepang. Ketika beroperasi penuh, PLTN ini mampu menghasilkan 8,2 gigawatt listrik, cukup untuk menyuplai jutaan rumah tangga.

Namun, niat TEPCO ini bukan tanpa tantangan. Kepercayaan publik Jepang terhadap infrastruktur energi nuklir mereka hancur lebur pasca-kegagalan tiga reaktor di Fukushima pada 2011, yang ironisnya juga dioperasikan TEPCO, menyusul gempa bumi dan tsunami dahsyat.

Awal bulan ini, kelompok-kelompok penentang pengaktifan kembali PLTN tersebut menyerahkan petisi kepada TEPCO dan Otoritas Regulasi Nuklir Jepang. Petisi yang ditandatangani hampir 40.000 orang itu menyoroti bahwa PLTN Kashiwazaki-Kariwa berada tepat di zona patahan seismik aktif dan pernah dilanda gempa kuat pada 2007. “Kami tidak bisa menghilangkan ketakutan akan gempa tak terduga lainnya,” bunyi petisi tersebut. “Membuat banyak orang cemas dan takut hanya untuk mengirim listrik ke Tokyo... itu tidak bisa ditoleransi.”

TEPCO sendiri menyatakan telah melakukan berbagai peningkatan keamanan, termasuk pemasangan tembok penahan tsunami setinggi 15 meter. Meskipun begitu, proses pengaktifan sempat tertunda sehari karena adanya malfungsi alarm yang menurut TEPCO kini sudah diatasi. Presiden TEPCO, Tomoaki Kobayakawa, melalui harian Asahi, menegaskan bahwa keamanan adalah “proses berkelanjutan, yang berarti operator nuklir tidak boleh sombong atau terlalu percaya diri.”

Kebangkitan kembali sektor nuklir Jepang didukung penuh oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang bahkan mendorong pembangunan reaktor-reaktor baru dan meluncurkan skema pendanaan negara untuk mempercepat pemulihan ini. Di sisi lain, industri nuklir Jepang juga sempat diwarnai skandal dan insiden, termasuk pemalsuan data risiko seismik oleh Chubu Electric Power, menambah daftar kekhawatiran publik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook